Connect with us

MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

Penyakit

MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Halosehat mengenai MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Defenisi:

MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona. Asal virus korona belum diketahui secara pasti, namun diduga bahwa virus ini kemungkinan besar berasal dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya.

MERS memang menular, tapi penularannya tidak semudah flu biasa. Virus penyebab MERS umumnya menular melalui kontak langsung, misalnya pada orang yang merawat penderita MERS yang tidak menerapkan prosedur perlindungan diri terhadap virus dengan baik.

Ada beberapa fakta dari penyakit mers yang harus kamu ketahui sehingga bisa dicegah dan diatasi sebaik mungkin.

  • Mers Adalah Penyakit Pernapasan :Mers adalah penyakit pernapasan seperti pneumonia berat yang terjadi karena virus berbeda dengan SARS , sebab mers disebabkan subtipe dari coronovirus.
  • Mers Disebar Lewat Kelelawar :Virus mers sebagian besar dibawa oleh kelelawar dan juga beberapa vertebrata lain. Mers bisa menyebar dengan cepat pada hewan dan menyebar dengan cepat ke jenis hewan sama lainnya. Virus ini akan tersebar seperti di pasar hewan hidup atau rumah potong hewan lalu kemudian menular ke manusia. Sebagian besar pedagang hewan ternak mempunyai antibodi SARS namun tanpa menimbulkan gejala apapun.
  • Mers Memiliki Proses Penularan Lambat :Mers tidak ditularkan dengan cepat ke tubuh manusia atau dari orang yang satu ke orang yang lainnya.. Mers bisa ditulari dengan kontak langsung atau berkepanjangan dengan penderita mers seperti lingkungan rumah sakit atau rumah. Infeksi menyebar dari batuk dan juga lendir serta udara yang terbawa.
  • Masker Tidak Akan Membantu: Masker ataupun pelindung fisik lainnya tidak akan menghambat menyebarnya virus mers. Namun yang harus diperhatikan adalah menjaga kebersihan tangan dengan sabun atau alkohol dan antiseptic.
  • Gejala Berkembang Membutuhkan 7 Hari Lebih : Masa inkubasi yang dibutuhkan oleh mers adalah antara 7 sampai 10 hari, sehingga membuat penyakit bisa dilacak lebih dini, diamati, diisolasi serta di karantina supaya penularan bisa dicegah dan mata rantai bisa diputus.
  • Gejala Tidak Selalu Berhubungan Dengan Pernapasan : Walau gejala umum yang ditimbulkan dari mers berhubungan dengan saluran pernapasan seperti sakit tenggorokan, batuk, sesak napas dan demam, namun mers juga juga bisa menyebabkan gagal ginjal, kegagalan multi organ, syok septik serta gagal pernapasan yang akut dan ini yang menyebabkan angka kematian tinggi hingga mencapai 60 persen berbeda dengan SARS yang hanya 8 persen saja.

Gejala:

MERS memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa karena virus penyebabnya yang sejenis. Gejala-gejala MERS yang umumnya muncul meliputi:

  • Demam.
  • Batuk-batuk.
  • Napas pendek.
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah.
  • Nyeri otot.
  • Pneumonie
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit tenggorokan

Selain itu, tanda-tanda pneumonia juga sering ditemukan pada pemeriksaan pengidap MERS.

Karena tahap-tahap awal penyakit ini memiliki kemiripannya dengan gejala flu, MERS termasuk penyakit yang sulit dideteksi. Anda sebaiknya lebih waspada dengan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejalanya.

MERS dengan tingkat keparahan yang tinggi berpotensi memicu gagal organ, terutama ginjal, dan syok sepsis. Oleh sebab itu, pasien yang mengalaminya membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.

Faktor Risiko MERS

Para pakar juga berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk tertular MERS. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Usia. Para lansia lebih rentan terkena penyakit ini.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pada pengidap HIV.
  • Penyakit kronis, contohnya kanker, diabetes, atau penyakit paru-paru.
  • Konsumsi daging unta kurang matang atau susu unta mentah.
  • Pernah berkunjung ke Arab Saudi. Jika Anda mengalami demam serta gejala MERS dalam dua minggu setelah bepergian ke negara tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter.
  • Sering berada di dekat penderita MERS, misalnya bagi petugas medis yang merawat penderita di rumah sakit atau keluarga yang tinggal serumah dengan penderita.
  • Sering berinteraksi dengan unta, karena MERS ditemukan pada beberapa unta.

Penyebab:

MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona. Asal virus korona belum diketahui secara pasti, namun diduga bahwa virus ini kemungkinan besar berasal dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya.

Virus ini awalnya menginfeksi hewan, lalu kemudian berkembang menyebabkan penyakit pada manusia juga. Penularan ke manusia dapat terjadi akibat kontak manusia dengan unta yang terinfeksi.

Beberapa ahli berpendapat jika mers bisa tertular pada seseorang karena beberapa faktor seperti berikut ini.

  • Lansia akan lebih rentan terserang penyakit mer ini.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun seperti penderita HIV AIDS juga akan meningkatkan resiko dari penyakit mers.
  • Seseorang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, kanker atau penyakit paru juga rentan terhadap mers.
  • Mengunjungi negara Arab Saudi atau daerah sekitarnya dan bersentuhan dengan penderita mers.

Diagnosa:

Untuk mendiagnosis pasien yang diduga penderita MERS, biasanya dokter harus melakukan uji laboratorium. Dua jenis uji laboratorium yang dilakukan pada pasien yang dicurigai menderita MERS adalah:

  • Uji molekular. Uji ini dilakukan untuk mendiagnosis infeksi MERS aktif.
  • Uji serologi. Uji ini dilakukan untuk mengevaluasi tanda-tanda infeksi MERS yang sudah lalu, dengan mendeteksi antibodi terhadap MERS.

Dokter juga akan memeriksa contoh dahak ke laboratorium untuk memastikan diagnosis dengan identifikasi strain virus.

  • Rontgen dada: Sinar X akan dipakai dalam jumlah radiasi kecil untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh penderita. X Ray dada ini dilaksanakan untuk memeriksa apakah ada masalah pada paru-paru.
  • Tes darah: Tes darah dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pada pembuluh darah lengan atau tangan untuk memeriksa kandungan kimia tertentu yang akan diperlihatkan jika seseorang penderita mers.
  • Sampel lendir hidung atau tenggorokan: Sepotong tongkat kecil yang sudah dilengkapi dengan kapas pada bagian ujung akan digunakan untuk mengambil sampel lendir pada area hidung atau tenggorokan untuk memeriksa virus yang terkandung pada lendir tersebut.
  • Sampel tinja: Sampel dari kotoran atau tinja juga akan diambil untuk memeriksa kandungan virus yang terdapat didalamnya.
  • Kultur sputum: Sampel lendir dari batuk yang berasal dari paru-paru akan diambil juga akan diperiksa untuk melihat virus yang terkandung didalamnya.

Pengobatan:

Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan khusus yang bisa digunakan untuk mengatasi MERS. Vaksin untuk penyakit ini juga belum tersedia. Langkah penanganan dari dokter akan dilakukan berdasarkan gejala yang dialami oleh penderita serta kondisi kesehatannya.

Sampai saat ini, pengobatan mers ini memang belum ditemukan dan vaksin juga belum tersedia. Untuk menangani penyakit ini, bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan alami, mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, membersihkan barang yang sering disentuh banyak orang, menutup hidung dan mulut saat batuk atau flu dan tidak memakai peralatan sama dengan penderita mers.

  1. Seng : Salah satu zat penting untuk melawan mers adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Seng ini adalah kunci penting dalam meningkatkan imun tubuh seseorang khususnya memperbanyak produksi sel darah putih. Beberapa makanan yang tinggi kandungan seng adalah kacang mete, gandum, daging merah, bayam dan jamur.
  1. Vitamin C : Vitamin C juga sudah dipercaya sejak dulu untuk menguatkan imun tubuh. Vitamin C konsentrat tinggi bisa dengan mudah ditemukan pada beberapa jenis buah serta sayuran. Seperti halnya seng, vitamin C akan meningkatkan produksi sel darah putih untuk melawan mers dan juga memiliki sifat antioksidan untuk mengurangi peningkatan stress oksidatif yang terjadi karena infeksi mers.
  1. Astralagus : Astralagus memang tidak sepopuler penggunaan vitamin C serta seng untuk melawan mers, akan tetapi astralagus akan bekerja sangat kuat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Astralagus ini banyak ditemukan di wilayah Timur Tengah yang berhasil menghalau mers saat terjadi wabah di Arab Saudi pada tahun 2012 yang lalu.
  1. Skullcap Cina :Ramuan dari negeri tirai bambu ini juga sudah digunakan selama beratus-ratus tahun yang lalu sebab memiliki kegunaan bervariasi untuk infeksi bakteri dan juga virus di seluruh tubuh. Skullcap Cina akan menghambat replikasi patogen, menghentikan penyebaran infeksi serta menjaga sistem kekebalan tubuh.
  1. Kudzu : Bagian tubuh yang diserang mers adalah saluran pernapasan, kudzu ini sudah diamati beberapa kali dan sudah membuktikan jika berguna untuk anti inflamasi pada saluran pernapasan. Kudzu juga bisa ditemukan dengan mudah di beberapa negara dan biasanya di konsumsi dengan air.
  1. Selenium :Selenium juga merupakan zat penting untuk mempertahankan imun tubuh. Selenium ini bisa didapat dengan mengkonsumsi beberapa asupan seperti biji bunga matahari, tuna, kacang Brazil serta tiram. Selenium merupakan bagian integral yang akan melindungi sistem kekebalan tubuh sekaligus meningkatkan produksi sel darah putih.
  1. Echinacea : Echinacea merupakan ramuan yang mengandung antioksidan tinggi yang sudah digunakan sejak dulu untuk mengatasi berbagai penyakit untuk mengatasi radang, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stress oksidatif serta mengurangi rasa sakit yang semuanya ini ditimbulkan dari penyakit mers.
  1. Sage Merah : Mers yang menyebabkan imun tubuh menurun juga akan menjadi penyebab timbulnya penyakit yang lain dan menyebabkan angka kematian semakin tinggi. Kandungan dari sage merah akan menghentikan penyebaran infeksi serta mengurangi stress oksidatif yang disebabkan dari mers tersebut.
  1. Vitamin A : Antioksidan lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh adalah vitamin A yang berasal dari beta karoten dan bisa ditemukan di berbagai asupan makanan alami. Vitamin A akan mengurangi stress oksidatif serta menetralkan radikal bebas yang menjadi senyawa berbahaya penyebab infeksi seperti mers.
  1. Licorice : Licorice tidak hanya lezat untuk dikonsumsi, namun juga bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif mengatasi mers. Licorice memiliki sifat anti bakteri dan anti viral yang bisa mengeluarkan racun berlebih dari dalam tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh saat menderita mers tersebut.

Pencegahan:

Untuk menghindari penularan MERS, ada beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan, meliputi:

  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Terutama sebelum makan atau menyentuh wajah.
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan atau benda yang sering disentuh banyak orang, sesering mungkin. Contohnya, pegangan pintu atau telepon.
  • Menutup hidung maupun mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu, dan langsung membuang tisu tersebut ke tempat sampah.
  • Tidak memakai peralatan yang sudah digunakan penderita MERS, misalnya piring, sendok, atau handuk.
  • Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Menghindari kontak fisik atau berbagi pakai peralatan makan dengan penderita MERS.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts #penyakit #MERS #pernafasan

Facebook Comments
Share & Follow

More in Penyakit

  • Otitis Eksterna Otitis Eksterna

    Penyakit

    Otitis Eksterna

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter , Klikdokter dan Hellosehat mengenai Otitis Eksterna. Defenisi: Otitis eksterna adalah peradangan...

  • Osteoarthritis / Pengapuran Sendi Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    Penyakit

    Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteoarthritis. Defenisi: Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi...

  • OCD (Obsessive Compulsive Disorder) OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    Penyakit

    OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Defenisi: Gangguan obsesif kompulsif atau...

  • Osteosarcoma Osteosarcoma

    Penyakit

    Osteosarcoma

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteosarcoma. Defenisi: Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang...

  • Orchitis Orchitis

    Penyakit

    Orchitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Orchitis. Defenisi: Orchitis adalah peradangan atau inflamasi akut pada...

  • Obesitas Obesitas

    Penyakit

    Obesitas

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Defenisi: Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat...

  • Nyeri Sendi Nyeri Sendi

    Penyakit

    Nyeri Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Docdoc mengenai Nyeri Sendi. Defenisi: Sendi adalah area hubungan antartulang....

  • Nyeri Haid Nyeri Haid

    Penyakit

    Nyeri Haid / Dismenore

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Nyeri Haid. Defenisi: Nyeri haid atau dismenorea adalah...

  • Neuropati Neuropati

    Penyakit

    Neuropati

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neuropati. Defenisi: Neuropati adalah istilah umum yang digunakan...

  • Neurodermatitis Neurodermatitis

    Penyakit

    Neurodermatitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neurodermatitis. Defenisi: Neurodermatitis / Lichen Simpleks Kronik adalah penyakit kulit...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top