Connect with us

Kesehatan

Keratitis

Keratitis

Keratitis

Informasi ini dirangkum dari mengenai Alodokter, Klikdokter, Kerjanya.net, Mediskus, Herbawalatra dan Lagunojaya menegenai Keratitis.

Defenisi:

Anatomi Mata

Anatomi Mata

Keratitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata.

Kornea itu sendiri merupakan lapisan jernih dan berbentuk kubah, yang terletak di bagian terdepan mata (di depan bagian kecokelatan mata). Kornea mata memegang peranan yang penting dalam proses penglihatan. Cedera mata atau adanya infeksi merupakan penyebab utama keratitis.

Jika diabaikan atau tidak ditangani secara benar, keratitis yang berkembang semakin parah dapat memicu berbagai komplikasi. Beberapa komplikasi tersebut meliputi peradangan kornea kambuhan atau kronis, pembengkakan dan pembentukan jaringan parut pada kornea, luka pada kornea, penurunan kemampuan melihat sementara atau permanen, serta kebutaan.

Berdasarkan lapisan yang terkena, keratitis dibagi menjadi keratitis dangkal (superfisial) dan keratitis yang lebih dalam (profunda).

Beberapa bentuk dari keratitis yang dangkal, yaitu:

Keratitis Pungtata

Keratitis Pungtata

  • Keratitis pungtata: Memiliki gambaran penyakit berupa bintik-bintik putih kecil pada permukaan kornea. Umunya disebabkan oleh infeksi oleh virus, seperti virus herpes simpleks (penyebab penyakit herpes), virus varisela-zoster (penyebab penyakit herpes zoster).
    • Pada keratitis herpes simpleks, gejala yang dirasakan oleh penderita sangat bervariasi. Kadang-kadang tidak dikeluhkan oleh penderita, atau gejala ringan (kelopak mata bengkak dan berair) sampai gejala yang umum terjadi pada keratitis (nyeri, mata merah, silau, penglihatan menurun). Pada keratitis herpes simpleks gambaran khas pada kornea adalah bentuk dendritik (seperti ranting pohon).
    • Penyakit herpes zoster  umunya menyerang kulit, namun bila mengenai saraf mata (nervus trigeminus oftalmik) dapat terjadi keratitis herpes zoster. penderita umumnya pernah terkena cacar air sebelumnya. Gejala yang timbul berupa mata sulit membuka, nyeri, silau, dan berair yang disertai dengan luka-luka pada kulit disekitar mata. Gejala yang dirasakan hanya pada satu sisi tubuh (kiri atau kanan).
Keratitis Flikten

Keratitis Flikten

  • Keratitis flikten: Keratitis flikten memiliki gambaran berupa adanya benjolan putih yang berada di dekat tepi kornea. Benjolan yang timbul memiliki diameter 2-3 mm dan berjumlah satu atau lebih. Penyebab pada keratitis flikten diduga akibat reaksi dari sistem daya tahan tubuh (imunitas). Beberapa penyebab seperti kekurangan gizi, pasien dengan tuberkulosis atau TBC (akibat reaksi sistem imun, dan tidak pernah ditemukan kuman TBC dalam benjolan tersebut).
Keratitis Sika

Keratitis Sika

  • Keratitis sika: Merupakan suatu bentuk keratitis yang disebabkan oleh berkurangnya produksi air mata oleh kelenjar air mata atau air mata yang terlalu cepat menguap.
    • Keluhan-keluhan yang biasanya dirasakan oleh pasien adalah mata terasa perih, kering, dan seperti berpasir atau ngeres. Gejala diatas umumnya disebut mata kering (dry-eye syndrome). Bila mengenai kornea, akan timbul pandangan menurun, nyeri, dan silau.
  • Keratitis lepra: Keratitis lepra adalah keratitis yang disebabkan oleh gangguan saraf, yang umumnya disebabkan penyakit lepra atau kusta. Penyakit lepra atau kusta menyerang kornea melalui kerusakan saraf, gangguan kelenjar air mata sehingga menimbulkan dry-eye syndrome, dan pasien tidak menutup mata dengan rapat sehingga mata terpapar oleh udara dan benda asing.
Nummular Keratitis

Nummular Keratitis

  • Keratitis nummularis :Keratitis nummularis memiliki gambaran berupa adanya bercak putih berbentuk bulat seperti koin pada permukaan kornea, berjumlah lebih dari satu, dan umumnya banyak ditemukan pada orang dengan pekerjaan sebagai petani. Penyakit keratitis numularis umumnya mengenai satu mata.

Beberapa jenis keratitis dalam atau profunda adalah:

Keratitis Interstisial Luetik

Keratitis Interstisial Luetik

  • Keratitis interstisial luetik :Merupakan gejala lanjutan dari penyakit sifilis bawaan sejak lahir (kongenital). Penyakit keratitis interstisal luetik umumnya terjadi pada anak usia 5-15 tahun. Keratitis ini timbul akibat reaksi peradangan terhadap bakteri Treponema pallidum.
    • Gejala yang dirasakan pasien berupa sakit, silau, dan penglihatan menurun. Pada kornea, terjadi kekeruhan kornea seperti kaca susu dengan tepi kornea berwarna kemerahan. Pada pasien dengan keratitis ini, dapat ditemukan gangguan organ lain berupa gangguan pendengaran, dan bentuk gigi seri atas yang seperti obeng (Hutchinson’s teeth). Ketiga gejala tersebut dinamakan trias Hutchinson. Proses radang pada kornea umunya dapat sembuh dengan sendirinya.
Keratitis Sklerotikans

Keratitis Sklerotikans

  • Keratitis sklerotikans: Penyakit ini jarang terjadi. Penyebab pasti dari keratitis sklerotikans belum diketahui. Namun keratitis ini timbul karena adanya peradangan yang berulang dan menahun. Gejala yang dirasakan merupakan gejala umum keratitis seperti sakit dan fotofobia dengan disertai kekeruhan kornea (berwarna putih).

Jenis Lainnya :

Herpes Simplex Keratitis

Herpes Simplex Keratitis

  • Keratitis Herpes Simplex : juga dikenal sebagai herpetic keratoconjunctivitis dan herpesviral keratitis, adalah bentuk keratitis yang disebabkan oleh infeksi herpes simplex virus (HSV) pada kornea. Ini dimulai dengan infeksi mata dan infeksi saraf kornea. Infeksi primer biasanya berupa pembengkakan konjungtiva dan kelopak mata (blepharoconjunctivitis), disertai dengan lesi kecil gatal putih pada permukaan kornea. Efek lesi bervariasi, dari kerusakan kecil pada epitel (keratitis penisat superfisial), hingga konsekuensi yang lebih serius seperti pembentukan ulkus dendritik.
Acanthamoeba Keratitis

Acanthamoeba Keratitis

  • Acanthamoeba keratitis : Acanthamoeba keratitis adalah penyakit langka di mana amuba menyerang kornea mata. Ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen atau kebutaan.

Keratitis Jamur

Keratitis Jamur

  • Keratitis jamur : adalah ‘peradangan kornea mata’ (disebut keratitis) yang disebabkan oleh infeksi oleh organisme jamur. Keratomycosis adalah terminologi Yunani setara dengan keratitis jamur – itu adalah infeksi jamur pada kornea, bagian anterior mata yang menutupi pupil. Mereka yang mengalami gejala-gejala ini biasanya disarankan untuk segera mengunjungi ahli perawatan mata yang tepat.

Gejala:

Gejala awal keratitis adalah mata merah. Gejala ini kemudian bisa disertai dengan gejala lainnya, seperti:

  • Mata merah, nyeri, bengkak, dan iritasi.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Mengeluarkan air mata atau kotoran mata terus-menerus.
  • Tidak bisa membuka mata.
  • Sensasi adanya benda kecil seperti pasir di dalam mata.
  • Perubahan kualitas penglihatan, seperti tidak fokus dalam melihat objek atau penurunan ketajaman penglihatan.

Segera periksakan diri Anda ke dokter jika merasakan gejala-gejala tersebut. Penanganan keratitis yang dilakukan secara cepat dan tepat akan menjauhkan Anda dari komplikasi serius.

Penyebab:

Keratitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, ataupun parasit. Namun, penyebab keratitis tersering adalah akibat cedera dari kornea. Cedera kornea ini bisa karena pemakaian lensa kontak, goresan benda asing pada kornea, atau kontaminasi zat kimia, misalnya di kolam renang. Pemakaian lensa kontak adalah faktor utama yang dapat meningkatkan risiko terjadinya keratitis. Hal ini disebabkan antara lain karena lensa kontak yang kurang bersih, pemakaian yang terlalu lama, atau akibat cairan pembersih lensa yang terkontaminasi. Selain itu, kekurangan vitamin A, mata kering, paparan sinar matahari yang intens, dan penyakit autoimun juga dapat mengakibatkan keratitis.

Keratitis tidak menular selama penyebabnya bukan karena infeksi, kecuali bila terdapat infeksi sekunder pada keratitis yang awalnya non infeksi. Penularan bisa terjadi lewat tangan yang terkontaminasi kuman, misalnya setelah memegang benda yang terkontaminasi lalu memegang mata.

Terdapat faktor-faktor yang bisa memicu timbulnya keratitis. Di antaranya adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena menderita HIV/AIDS, tinggal di tempat yang lembap dan hangat, atau penggunaan tetes mata berisi kortikosteroid yang dapat memicu keratitis akibat infeksi atau bahkan memperparah keratitis yang telah diderita.

Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan keratitis antara lain :

  • Trauma: Apabila salah satu atau kedua kornea tergores atau bahkan tertusuk benda asing, maka dapat menyebabkan keratitis tanpa disertai infeksi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan apabila luka pada kornea tersebut dapat menjadi jalan masuk bakteri atau jamur sehingga terjadi keratitis infeksius.
  • Lensa kontak yang terkontaminasi : Pada lensa kontak ataupun kotak penyimpanan lensa kontak dapat terkontaminasi bakteri, jamur atau parasit. Kornea secara tidak sengaja ikut terkontaminasi apabila lensa kontak digunakan, sehingga terjadi keratitis infeksius.
  • Bakteri Keratitis :bakteri biasanya tidak terjadi sendiri, melainkan bersamaan dengan faktor-faktor lain. Sebagai contoh karena penggunaan lensa kontak yang tidak bersih, adanya luka pada kornea, bahkan penggunaan make up di sekitar mata seperti eyeliner, eyeshadow, atau pemakaian bulu mata palsu.
  • Virus: Jenis virus yang paling sering menyebabkan keratitis adalah virus herpes, virus varicella, dan adenovirus yang sering menyebabkan infeksi saluran pernafasan bagian atas.
  • Air yang terkontaminasi: Air kolam renang yang biasa menggunakan kaporit dapat mengiritasi sel epitel permukaan kornea, sehingga terjadi chemical keratitis. Biasanya tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit sampai beberapa jam. Berenang di pantai, danau, atau sungai juga beresiko menimbulkan keratitis.

Adapun faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya keratitis, antara lain:

  • Penggunaan lensa kontak. Hal ini dapat disebabkan karena membersihkan lensa kontak tidak benar atau membersihkan lensa kontak tidak dengan air pembersih khusus, menggunakan lensa kontak pada saat berenang, dan menggunakan lensa kontak lebih lama dari jangka waktu yang ditentukan.
  • Daya tahan tubuh menurun. Daya tahan tubu menurun dapat disebabkan oleh adanya penyakit atau efek samping obat. Sebagai contoh penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid terus menerus data menurunkan sistem imun di daerah mata, sehingga mudah terjadi infeksi.
  • Suhu lembab. Karena permukaan kornea menjadi cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
  • Kurang asupan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.
  • Kebersihan yang kurang.

Komplikasi Keratitis

Komplikasi yang paling ditakuti dari keratitis adalah penebalan lapisan kornea, luka, serta robekan pada kornea yang dapat mengakibatkan peradangan seluruh bola mata (endoftalmitis) dan berisiko kehilangan bola mata. Luka pada kornea (ulkus kornea) berpotensi mengakibatkan turunnya ketajaman penglihatan, baik sementara maupun permanen, bahkan juga dapat mengakibatkan kebutaan.

Diagnosa:

Diagnosis keratitis umumnya dilakukan dokter spesialis mata. Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan Anda. Pemeriksaan fisik berupa kondisi penglihatan dan struktur mata juga akan dilakukan. Pengecekan struktur mata akan membantu dokter untuk mengetahui luasnya infeksi kornea dan pengaruhnya terhadap bagian lain dari bola mata.

Jika diperlukan, dokter juga akan mengambil sampel cairan yang keluar dari mata untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui penyebab di balik keratitis yang terjadi.

Tes darah juga mungkin dianjurkan pada pasien yang diduga mengalami keratitis karena menderita penyakit lainnya.

Pengobatan:

Pengobatan yang diberikan pada tiap pasien keratitis berbeda-beda berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Mengingat pentingnya fungsi kornea dan komplikasi keratitis berupa kebutaan, maka pengobatan tidak boleh dilakukan secara sembarang. Berkonsultasi dengan dokter, menggunakan obat sesuai indikasi dari dokter, mematuhi pengobatan, dan tidak sembarangan menggunakan obat tetes mata merupakan cara pengobatan yang efektif untuk keratitis.

Keratitis non infeksi yang disebabkan cedera ringan, seperti tergores lensa kontak, biasanya bisa sembuh sendiri. Namun bila mengganggu, dokter dapat memberikan obat dan menganjurkan pemakaian penutup mata hingga kondisi mata membaik.

Lain halnya dengan keratitis yang disebabkan oleh infeksi. Jenis keratitis ini umumnya membutuhkan pemberian obat-obatan, yaitu:

  • Obat antivirus. Obat ini bisa digunakan untuk menangani keratitis yang disebabkan oleh herpes simplex atau herpes zoster.
  • Obat antibiotik. Obat ini digunakan untuk menangani keratitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Obat antijamur. Obat ini digunakan untuk mengatasi keratitis akibat infeksi jamur.
  • Anti peradangan golongan steroid topikal (hanya untuk penggunaan di mata) :Golongan steroid diperlukan untuk menekan peradangan yang dapat merusak mata dan mengancam penglihatan. Namun, pengunaan obat-obat golongan ini hanya boleh melalui resep dan pengawasan dokter. Penggunaan yang sembarangan dapat menyebabkan infeksi terutama virus dan jamur, dan mengganggu penyembuhan bahkan memperparah kerusakan kornea.
  • Obat pelumpuh otot siliar (otot yang mengatur diameter dari pupil):Obat tersebut biasa disebut juga dengan obat sikloplegik. Penggunaan obat ini ditujukan untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah komplikasi sinekia (menempelnya iris pada kornea atau lensa).
  • Anti peradangan sistemik (seluruh tubuh):Biasanya diperlukan untuk penyakit autoimun (penyakit dimana sistem daya tahan tubuh berbalik menyerang diri sendiri).

Salah satu pengobatan yang penting dalam keratitis adalah memfasilitasi penyembuhan jaringan kornea. Penyembuhan ini sangat penting mengingat fungsi kornea dalam proses penglihatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Mengurangi paparan terhadap obat-obat toksin (bersifat racun pada kornea) dan yang mengandung bahan pengawet. Lebih baik menggunakan obat-obatan dari dokter.
  • Melapisi dengan tetes air mata buatan dan salep mata yang tidak mengandung bahan pengawet
  • Berhenti untuk merokok.

Sebagian besar obat tersebut berbentuk tetes mata. Namun, jika dibutuhkan, dokter juga dapat memberikan obat dalam bentuk tablet untuk mengatasi infeksi akibat virus, bakteri, atau jamur.

Pencegahan:

Keratitis termasuk penyakit yang bisa dihindari. Langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan meliputi:

  • Jangan lupa untuk melepas lensa kontak sebelum tidur atau berenang.
  • Merawat lensa kontak secara rutin dan seksama, misalnya mencuci tangan sebelum membersihkan lensa kontak, menggunakan produk-produk pembersih steril khusus untuk lensa kontak, serta jangan membersihkan lensa kontak dengan cairan yang sudah dipakai.
  • Pastikan untuk mengganti lensa kontak sesuai batas waktunya.
  • Hindari penggunaan obat tetes mata berisi kortikosteroid, kecuali atas anjuran dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau bagian sekitarnya. Terutama jika Anda sedang menderita infeksi virus herpes karena dapat menyebabkan penularan terhadap diri sendiri.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts #penyakit #mata 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Kesehatan

  • Keseleo Keseleo

    Kesehatan

    Keseleo

    By

    Informasi ini dirangkum dari Hellosehat, Alodokter, dan Klikdokter mengenai Defenisi: Keseleo (terkilir) atau sprain adalah cedera yang terjadi...

  • Kembar Siam Kembar Siam

    Kesehatan

    Kembar Siam

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Kembar Siam. Defenisi: Kembar siam adalah kelainan pada bayi...

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • Disfagia Disfagia

    Keluarga Sehat

    Disfagia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Disfagia. Defenisi: Disfagia atau susah menelan adalah kondisi saat...

  • Dry Socket Dry Socket

    Gaya Hidup Sehat

    Dry Socket

    By

    Informasi ini dirangkum dari Hellosehat, dan Alodokter mengenai Dry Socket. Defenisi : Dry socket / alveolar osteitis...

  • Gejala Demam Kuning Gejala Demam Kuning

    Gaya Hidup Sehat

    Demam Kuning

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning . Defenisi: Demam kuning atau yellow fever adalah jenis...

  • Cantengan Cantengan

    Gaya Hidup Sehat

    Cantengan / Paronychia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, Hellosehat, dan Mediskus mengenai Cantengan. Defenisi: Cantengan /...

  • Cystic Fibrosis Cystic Fibrosis

    Gaya Hidup Sehat

    Cystic Fibrosis / Kista Fibrosis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, cff.org , Alodokter, docdoc.com , dan Hellosehat mengenai Cystic Fibrosis...

  • angioedema angioedema

    Diet

    Angioedema Herediter

    By

    Angioedema Herediter adalah suatu kelainan sistem kekebalan yang diturunkan, yang menyebabkan pembengkakan jaringan secara tiba-tiba. PENYEBAB Angioedema...

  • aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

    Gaya Hidup Sehat

    Aneurisma Aorta Dada

    By

    Aorta merupakan salah satu arteri yang paling besar di dalam tubuh kita dan berfungsi untuk mengalirkan...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top