Connect with us

Infeksi Nosokomial

Penyakit

Infeksi Nosokomial

Infeksi Nosokomial

Infeksi Nosokomial

Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Infeksi Nosokomial.

Defenisi:

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang menyebar di dalam rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Anda mungkin dirujuk ke rumah sakit dan kemudian terinfeksi bakteri dari pasien lain, dari petugas medis, atau bahkan lingkungan rumah sakit. Tergantung lokasi rumah sakit tempat Anda dirawat atau jenis prosedur yang Anda jalani, Anda mungkin berisiko mengembangkan berbagai infeksi. Infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi tempat operasi adalah jenis infeksi nosokomial yang paling umum.

Infeksi nosokomial terjadi di seluruh dunia dan berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan di negara-negara miskin dan berkembang. Selain itu, infeksi nosokomial termasuk salah satu penyebab terbesar kematian pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Infeksi nosokomial bisa menyebabkan pasien terkena bermacam-macam penyakit dengan gejala yang berbeda-beda. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial adalah:

  • Infeksi aliran darah primer (IADP).
  • Pneumonia.
  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Infeksi luka operasi (ILO).

Tipe infeksi rumah sakit berbeda memiliki insiden berbeda, tapi pada umumnya, menurut sebuah laporan dari WHO, sekitar 8,7% pasien rumah sakit mengalami infeksi nosokomial. Infeksi ini bisa mempengaruhi pasien yang dirawat di rumah sakit. Namun, mulai ada kemajuan, dan infeksi nosokomial mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala:

Gejala yang dialami sama dengan tanda-tanda infeksi lainnya seperti demam, takikardia, sesak, dan lemas. Pada pneumonia dapat terjadi batuk dengan dahak yang kental dan pada infeksi saluran kemih terdapat nyeri daerah punggung bawah atau perut bawah. Yang terpenting, seluruh gejala ini timbul setelah perawatan di rumah sakit dan tidak sesuai dengan keluhan awal saat masuk rumah sakit.

Anda diklasifikasikan mengalami infeksi nosokomial jika Anda dirujuk ke rumah sakit dan terinfeksi penyakit yang sebelumnya Anda tidak idap. Infeksi biasanya muncul sampai:

  • 48 jam setelah masuk rumah sakit
  • 3 hari setelah keluar
  • 30 hari setelah operasi
  • Dalam fasilitas pelayanan kesehatan ketika pasien dirujuk karena alasan selain infeksi

Tergantung infeksi, Anda mungkin mengalami berbagai gejala, tapi umumnya berupa:

  • Demam
  • Nyeri
  • Iritasi
  • Mengeluarkan cairan, misalnya nanah
  • Area infeksi membengkak

Penyebab:

Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang dapat terkena infeksi nosokomial adalah:

  • Patogen (bakteri, jamur, virus, parasit)
    Jumlah dan virulensi (kekuatan) bakteri yang tinggi, serta resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi nosokomial. Umumnya, infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri yang ada di rumah sakit. Bakteri tersebut bisa didapat dari orang lain yang ada di rumah sakit, bakteri yang menjadi flora normal (bakteri yang secara normal ada di dalam tubuh dan pada keadaan normal tidak menyebabkan gangguan) orang itu sendiri, atau bakteri yang mengontaminasi lingkungan dan alat-alat di rumah sakit. Selain bakteri, jamur dan virus atau parasit juga dapat menjadi penyebab infeksi nosokomial.Yang dimaksud dengan bakteri yang resisten adalah ketika antibiotik menjadi kurang efektif untuk membunuh bakteri tersebut. Hal ini disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan mengakibatkan bakteri yang ada di dalam tubuh manusia berubah karakter dan menjadi tahan terhadap antibiotik. Rumah sakit merupakan tempat beragam jenis pasien, sehingga bakteri yang resisten tersebut dapat menyebar di lingkungan rumah sakit dan akan lebih sulit untuk ditangani bila menjangkiti seseorang.
  • Kondisi Pasien
    Selain bakteri, kondisi dari pasien tersebut juga memengaruhi dapat atau tidaknya terkena infeksi nosokomial. Beberapa kondisi pasien yang membuat lebih mudah terserang infeksi nosokomial:
    – Usia. Pasien lansia (usia di atas 70 tahun) dan bayi lebih mudah terserang infeksi nosokomial.
    – Daya tahan tubuh dan penyakit yang dimiliki. Pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, dan kanker meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi nosokomial. Keadaan akut seperti koma, gagal ginjal akut, cedera berat (seperti habis kecelakaan atau luka bakar), dan syok juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Kondisi yang mengakibatkan daya tahan tubuh turun seperti pada penyakit HIV/AIDS, malnutrisi, dan menggunakan obat-obatan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. (misalnya: immnunosuppresant, kemoterapi) akan meningkatkan risiko terkena infeksi nosokomial.
    – Prosedur yang dilakukan terhadap pasien. Prosedur seperti tindakan operasi, pemasangan alat bantu napas (ventilator), endoskopi, atau kateter meningkatkan risiko seseorang untuk terkena infeksi nosokomial melalui kontaminasi langsung dengan alat yang masuk ke dalam tubuh.
  • Faktor Lingkungan
    Lingkungan rumah sakit yang padat, kegiatan memindahkan pasien dari satu unit ke unit yang lain, dan penempatan pasien dengan kondisi yang mudah terserang infeksi nosokomial (misalnya pada ruang perawatan intensif, ruang perawatan bayi, ruang perawatan luka bakar) di satu tempat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial. Lamanya waktu perawatan di rumah sakit juga semakin meningkatkan risiko terkena penyakit nosokomial.

Diagnosa:

Dokter dapat mencurigai seorang pasien terkena infeksi nosokomial berdasarkan tanda-tanda atau gejala yang dialaminya. Diagnosis infeksi nosokomial dipastikan dengan menemukan bakteri penyebab dari tempat yang dicurigai mengalami infeksi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel urine, dahak, darah, atau cairan lainnya (misalnya cairan luka operasi) untuk dibiakkan atau dikultur dalam sebuah medium untuk melihat adanya pertumbuhan bakteri. Pemeriksaan kultur ini juga dapat dilakukan untuk jamur, bila dicurigai penyebab infeksi nosokomial adalah jamur.

Selain pemeriksaan kultur, untuk mendiagnosis infeksi nosokomial juga didukung dari pemeriksaan lain seperti:

  • Analisis urine dan USG saluran kemih untuk mendeteksi terjadinya infeksi saluran kemih.
  • Foto Rontgen dada untuk mendeteksi pneumonia.

Pengobatan:

Sambil menunggu hasil kultur bakteri, pengobatan awal untuk infeksi nosokomial adalah pemberian antibiotik secara empiris, yaitu pemberian antibiotik yang tidak spesifik sebelum ada hasil dari kultur. Biasanya diberikan antibiotik dengan kemampuan luas yang dapat menyerang hampir seluruh jenis bakteri. Setelah ada hasil pemeriksaan, pemberian antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri secara lebih spesifik. Antijamur maupun antivirus juga dapat diberikan bila dicurigai penyebabnya dari jamur atau virus.

Seluruh alat yang menempel pada tubuh dan mengakibatkan infeksi seperti kateter, selang napas, selang infus, atau lainnya bila memungkinkan segera dicabut. Terapi suportif seperti pemberian cairan, oksigen, atau obat untuk mengatasi demam dapat diberikan.

Prosedur operasi debridement dapat dilakukan untuk infeksi pada luka operasi, dengan cara memmotong atau mengangkat jaringan yang tidak sehat.

Komplikasi Infeksi Nosokomial

Komplikasi yang dapat terjadi dari infeksi nosokomial adalah:

  • Endokarditis.
  • Gagal ginjal.
  • Sepsis.

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi infeksi nosokomial:

  • Menjaga kebersihan saat tinggal di rumah sakit. Sekitar 40 persen infeksi nosokomial disebabkan oleh kebersihan tangan yang buruk menurut sebuah laporan WHO.
  • Mensterilkan peralatan medis dengan hati-hati antara setiap penggunaan. Penyedia layanan kesehatan juga wajib mengikuti prosedur yang tepat.

Pencegahan:

Langkah-langkah pencegahan infeksi nosokomial menjadi tanggung jawab seluruh orang yang ada di rumah sakit termasuk petugas kesehatan, pasien dan orang yang berkunjung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi ini adalah:

  • Cuci tangan. Tangan merupakan media yang paling baik bagi kuman untuk berpindah. Oleh karena itu penting bagi seluruh orang yang berada di rumah sakit untuk mencuci tangan dengan cara dan waktu yang tepat. Terdapat lima saat yang penting untuk melakukan cuci tangan:
    • Sebelum memegang pasien.
    • Sebelum melakukan prosedur kepada pasien.
    • Setelah terpapar dengan cairan tubuh (misalnya darah, urin, atau feses).
    • Setelah menyentuh pasien.
    • Setelah menyentuh barang-barang di sekitar pasien.
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit. Kebersihan lingkungan rumah sakit dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan rumah sakit dengan menggunakan cairan pembersih atau disinfektan dengan frekuensi 2-3 kali per hari untuk lantai dan 2 minggu sekali untuk dinding.
  • Penggunaan alat dan prosedur. Menggunakan alat atau selang yang menempel pada tubuh seperti alat bantu napas atau kateter urine, serta melakukan tindakan medis lainnya sesuai dengan indikasi (tepat guna).
  • Penempatan pasien di ruang isolasi. Pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah atau pasien yang berpotensi untuk menularkan penyakit diharuskan untuk ditempatkan di ruang isolasi.
  • Mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Bagi staf rumah sakit penting untuk mengikuti SOP setiap melakukan tindakan seperti menggunakan pelindung standar seperti sarung tangan, masker, atau perlengkapan lain yang dianjurkan.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts #penyakit

Facebook Comments
Share & Follow

More in Penyakit

  • Otitis Eksterna Otitis Eksterna

    Penyakit

    Otitis Eksterna

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter , Klikdokter dan Hellosehat mengenai Otitis Eksterna. Defenisi: Otitis eksterna adalah peradangan...

  • Osteoarthritis / Pengapuran Sendi Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    Penyakit

    Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteoarthritis. Defenisi: Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi...

  • OCD (Obsessive Compulsive Disorder) OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    Penyakit

    OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Defenisi: Gangguan obsesif kompulsif atau...

  • Osteosarcoma Osteosarcoma

    Penyakit

    Osteosarcoma

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteosarcoma. Defenisi: Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang...

  • Orchitis Orchitis

    Penyakit

    Orchitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Orchitis. Defenisi: Orchitis adalah peradangan atau inflamasi akut pada...

  • Obesitas Obesitas

    Penyakit

    Obesitas

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Defenisi: Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat...

  • Nyeri Sendi Nyeri Sendi

    Penyakit

    Nyeri Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Docdoc mengenai Nyeri Sendi. Defenisi: Sendi adalah area hubungan antartulang....

  • Nyeri Haid Nyeri Haid

    Penyakit

    Nyeri Haid / Dismenore

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Nyeri Haid. Defenisi: Nyeri haid atau dismenorea adalah...

  • Neuropati Neuropati

    Penyakit

    Neuropati

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neuropati. Defenisi: Neuropati adalah istilah umum yang digunakan...

  • Neurodermatitis Neurodermatitis

    Penyakit

    Neurodermatitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neurodermatitis. Defenisi: Neurodermatitis / Lichen Simpleks Kronik adalah penyakit kulit...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top