Connect with us

Penyakit

Efusi Pleura

Efusi Pleura

Efusi Pleura

Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Mediskus dan Hellosehat mengenai Efusi Pleura.

Defenisi:

Efusi pleura adalah penumpukan cairan di pleura, yaitu rongga antara paru-paru dan dinding dada. Pada keadaan normal, terdapat sedikit cairan pada pleura sebagai pelumas agar paru-paru dapat bergerak dengan mulus pada rongga paru-paru. Terlalu banyak cairan dapat menyebabkan tekanan pada paru-paru, mengakibatkan kesulitan bernapas.

Normalnya kedua lapisan pleura ini dipisahkan oleh sedikit udara dan cairan didalamnya, seperti halnya oli pada mesin cairan pleura ini berfungsi sebagai pelumas untuk membantu kelancaran pergerakan paru-paru ketika mengembang dan mengempis saat bernapas. Namun ketika terdapat penumpukan cairan yang berlebihan pada pleura, maka cairan akan mendesak paru-paru ke arah dalam sehingga pergerakan paru menjadi terbatas. Kenapa paru-paru yang terdesak? Penumpukan cairan pada pleura tidak akan mendesak ke luar karena di luar terdapat dinding dada yang strukturnya lebih keras daripada paru-paru.

Gejala:

Gejala-gejala efusi pelura antara lain adalah nyeri dada saat menarik dan membuang napas, batuk, demam, dan sesak napas. Gejala biasanya terasa jika efusi pleura sudah memasuki level menengah hingga parah, atau terjadi peradangan. Jika penumpukan cairan masih tergolong ringan biasanya penderita tidak akan merasakan gejala apa-apa.

Anda mungkin merasa sakit pada dada, namun sering kali efusi pleura tidak menyebabkan sakit. Gejala-gejala umum dari efusi pleura adalah:

  • Batuk kering
  • Demam
  • Kesulitan bernapas saat berbaring
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • batuk-batuk dan demam sering terjadi ketika disebabkan oleh infeksi paru-paru (pneumonia).
  • rasa nyeri dada saat menarik dan menghembuskan napas bisa dialami, namun seringkali tidak menimbulkan rasa sakit.

Pada tahap awal ketika cairan masih sedikit, efusi pleura biasanya tidak menunjukkan gejala apa-apa. Gejala efusi pleura baru akan terasa ketika kondisinya sudah memasuki level menengah hingga parah.

Penyebab:

Efusi pleura umumnya dibagi menjadi dua, yaitu transudatif dan eksudatif. Efusi pleura transudatif disebabkan oleh meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah atau rendahnya kadar protein dalam darah. Hal ini mengakibatkan cairan merembes ke lapisan pleura. Sedangkan efusi pelura eksudatif disebabkan oleh peradangan, cedera pada paru-paru, tumor, dan penyumbatan pembuluh darah atau pembuluh getah bening.

Efusi pleura sering kali terjadi sebagai komplikasi dari beberapa jenis penyakit lainnya, seperti:

  • Kanker paru-paru.
  • Tuberkulosis (TBC).
  • Pneumonia.
  • Emboli paru.
  • Sirosis atau penurunan fungsi hati.
  • Penyakit ginjal.
  • Gagal jantung
  • Penyakit lupus.
  • Rheumatoid arthritis.

erawatan seperti kemoterapi dan radioterapi untuk kanker atau operasi jantung post-open dapat menyebabkan efusi pleura.Sejumlah faktor risiko dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita efusi pleura. Di antaranya adalah memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi), merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan terkena paparan debu asbes.

Ada banyak faktor risiko untuk efusi pleura, yaitu:

  • Memiliki kondisi-kondisi medis yang disebutkan di atas
  • Menjalani perawatan atau pengobatan kanker yang mempengaruhi bagaimana tubuh menahan cairan.

Diagnosa:

Efusi pleura didiagnosis saat Anda melakukan pemeriksaan fisik. Dokter dapat mendengarkan paru-paru dengan stetoskop atau mengetuk dada Anda dengan lembut (perkusi). Beberapa tes gambar juga dapat menunjukkan seberapa banyak penumpukan cairan pada paru-paru, seperti sinar X atau CT scan.

Tes yang disebut analisis cairan pleura atau thoracentesis meliputi memasukkan jarum tipis pada selaput pleura dan mengambil sampel cairan. Hal ini dapat menunjukkan apakah penumpukan cairan disebabkan oleh infeksi atau kondisi lainnya. Sampel juga akan diuji untuk sel kanker dan kadar protein.

Dokter mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan apakah memang ada cairan yeng menumpuk pada pleura, tes yang diperlukan natara lain:

  • Rongsen dada
  • CT scan
  • USG dada
  • analisis cairan pleura (atau thoracentesis)

Dalam analisis cairan pleura, dokter akan mengeluarkan cairan dari daerah membran pleura dengan memasukkan jarum ke dalam rongga dada dan penyedotan cairan ke dalam jarum suntik. Cairan yang didapat kemudian diperiksa keberadaan protein atau sel kanker. Nama lain untuk tes ini adalah thoracentesis. Dokter mungkin juga memerlukan tindakan thoracoscopy jika mencurigai efusi pleura. Thoracoscopy adalah prosedur pembedahan yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam rongga dada menggunakan kamera serat optik. Dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di daerah dada saat Anda berada di bawah anestesi umum (dibius). Kemudian dokter akan memasukkan kamera serat optik melalui satu sayatan dan alat bedah melalui sayatan lainnya untuk mengekstrak sejumlah kecil cairan atau jaringan untuk analisis.

Pengobatan:

Prinsip pengobatan efusi pleura adalah mengeluarkan cairan dan menghentikan agar cairan tidak diproduksi lagi. Untuk itu, sangat penting mengetahui penyebab yang mendasari untuk kemudian dilakukan terapi sesuai dengan penyebab dan keparahannya.

Ketika cairan yang terbentuk baru sedikit dan apabila penyakit penyebab berhasil diatasi, maka cairan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Contohnya pengobatan kanker dengan radioterapi dan kemoterapi atau pengobatan pneumonia dengan antibiotik. Namun ketika cairan sangat banyak, maka selain mengobati penyebab dasarnya, maka cairan harus segera dikeluarkan dengan cara lain sebagai pelengkap pengobatan terhadap penyebabnya.

Sayangnya, mengobati penyebab dasar bukanlah perkara mudah, bahkan tidak selalu berhasil. Dengan demikian, ketika penyakit-penyakit penyebab efusi pleura sudah sangat parah dan sulit disembuhkan, maka tidak ada pilihan lain selain mennerapkan sejumlah prosedur guna mengeluarkan (menguras) cairan yang menumpuk agar tidak ada penderitaan akibat tertumpuknya cairan di paru-paru.

Pengeluaran Cairan Efusi Pleura

Pengeluaran Cairan Efusi Pleura

Adapun prosedur untuk mengeluarkan cairan efusi pleura di antaranya:

  • Prosedur thoracentesis apabila cairan pleura masih sedikit.
  • Pemasangan selang plastik khusus ke dalam rongga pleura melalui bedah torakotomi selama beberapa hari untuk mengeluarkan cairan yang banyak secara terus menerus.
  • Pleurodesis adalah pengobatan yang dilakukan setelah cairan berhasil dikeluarkan. Dokter menyuntikkan obat pemicu iritasi (misalnya doxycycline) ke dalam ruang pleura. Hal ini akan menyebabkan dua lapisan pleura untuk tetap bersatu dan mencegah penumpukan cairan di antara dua lapisan pleura. Prosedur ini biasanya diterapkan untuk mencegah efusi pleura yang kerap kambuh.
  • Operasi. Dalam kasus yang lebih serius, operasi dada (torakotmi dan torakoskopi) menjadi pilihan terkahir, dokter bedah akan memasukkan shunt (tabung kecil) ke dalam rongga dada dengan tujuan membantu mengarahkan cairan dari dada ke perut. Pleurectomy atau pengangkatan lapisan pleura juga merupakan pilihan dalam kasus yang sangat parah.
  • Apabila cairan pada efusi pleura sudah terlalu banyak atau sudah terdapat infeksi, maka dokter akan menggunakan sejumlah prosedur guna mengeluarkan cairan yang menumpuk, di antaranya:
    • Prosedur thoracocentesis atau punksi pleura selain untuk mengambil sampel cairan pleura untuk dianalisis, juga dapat untuk mengeluarkan cairan pleura dengan volume besar.
    • Pemasangan selang plastik khusus (chest tube) selama beberapa hari ke dalam rongga pleura melalui bedah torakotomi.
    • Pemasangan kateter secara jangka panjang lewat kulit ke dalam ruang pleura (pleural drain), untuk efusi pleura yang terus muncul.
    • Penyuntikan zat pemicu iritasi (misalnya talk, doxycycline, atau bleomycin) ke dalam ruang pleura melalui selang khusus guna mengikat kedua lapisan pleura, sehingga rongga pleura tertutup. Prosedur yang dinamakan pleurodesis ini biasanya diterapkan untuk mencegah efusi pleura yang kerap kambuh.

Selain prosedur-prosedur yang bertujuan mengeluarkan dan mencegah cairan pleura terakumulasi kembali, prosedur untuk mengangkat jaringan-jaringan yang tidak sehat atau telah mengalami peradangan juga bisa dilakukan apabila dampak kerusakan efusi pleura telah mencapai tahap tersebut. Pengangkatan jaringan ini bisa dilakukan melalui bedah torakoskopi (tanpa membuka rongga dada) atau torakotomi (dengan membuka rongga dada).

Setelah penanganan, kebanyakan pasien sembuh dalam beberapa hari. komplikasi ringan dari pengobatan termasuk nyeri ringan dan ketidaknyamanan, yang sering mereda seiring waktu. Akan tetapi pada beberapa kasus, penanganan efusi pleura dapat memiliki komplikasi yang lebih serius, tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan pengobatan yang digunakan.

Komplikasi serius pada penanganan efusi pleura termasuk:

  • edema paru atau cairan di paru-paru
  • paru-paru rusak sebagian
  • infeksi atau perdarahan
  • tekanan darah rendah, akibat mengeluarkan cairan terlalu cepat.
  • syok

Komplikasi ini meskipun serius namun sangat jarang terjadi. Dokter akan membantu menentukan pilihan pengobatan yang paling efektif, dan akan mendiskusikan manfaat dan risiko dari setiap prosedur.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Penyakit

  • Otitis Eksterna Otitis Eksterna

    Penyakit

    Otitis Eksterna

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter , Klikdokter dan Hellosehat mengenai Otitis Eksterna. Defenisi: Otitis eksterna adalah peradangan...

  • Osteoarthritis / Pengapuran Sendi Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    Penyakit

    Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteoarthritis. Defenisi: Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi...

  • OCD (Obsessive Compulsive Disorder) OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    Penyakit

    OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Defenisi: Gangguan obsesif kompulsif atau...

  • Osteosarcoma Osteosarcoma

    Penyakit

    Osteosarcoma

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteosarcoma. Defenisi: Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang...

  • Orchitis Orchitis

    Penyakit

    Orchitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Orchitis. Defenisi: Orchitis adalah peradangan atau inflamasi akut pada...

  • Obesitas Obesitas

    Penyakit

    Obesitas

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Defenisi: Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat...

  • Nyeri Sendi Nyeri Sendi

    Penyakit

    Nyeri Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Docdoc mengenai Nyeri Sendi. Defenisi: Sendi adalah area hubungan antartulang....

  • Nyeri Haid Nyeri Haid

    Penyakit

    Nyeri Haid / Dismenore

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Nyeri Haid. Defenisi: Nyeri haid atau dismenorea adalah...

  • Neuropati Neuropati

    Penyakit

    Neuropati

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neuropati. Defenisi: Neuropati adalah istilah umum yang digunakan...

  • Neurodermatitis Neurodermatitis

    Penyakit

    Neurodermatitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neurodermatitis. Defenisi: Neurodermatitis / Lichen Simpleks Kronik adalah penyakit kulit...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top