Connect with us

Dislokasi Sendi

Keluarga Sehat

Dislokasi Sendi

Dislokasi Sendi

Dislokasi Sendi

Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Dislokasi Sendi.

Defenisi:

Dislokasi adalah cedera pada sendi yang terjadi ketika tulang bergeser dan keluar dari posisi normalnya. Seluruh sendi pada tubuh dapat mengalami dislokasi, termasuk sendi bahu, jari, lutut, pinggul, dan pergelangan kaki.

Sendi yang pernah mengalami dislokasi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami dislokasi kembali di kemudian hari.

Dislokasi paling sering terjadi pada bahu dan jari. Bagian tubuh lainnya yang biasa mengalami dislokasi adalah siku, lutut, dan panggul. Dislokasi dapat dihindari dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Orang yang lebih tua cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama yang mudah jatuh dan memiliki keterbatasan dalam pergerakan. Anak-anak juga memiliki risiko yang lebih besar jika tidak diawasi saat bermain di area yang tidak aman. Orang yang biasanya melakukan aktivitas fisik memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami dislokasi.

Gejala:

Gejala-gejala umum dari dislokasi adalah:

  • Tulang terlihat tidak pada tempatnya
  • Bengkak dan diskolorasi
  • Nyeri saat Anda bergerak
  • Mati rasa atau kesemutan sekitar area yang terdislokasi
  • Tidak dapat bergerak
  • Sendi bengkak dan memar
  • Bagian sendi berwarna merah atau menghitam
  • Bentuk sendi menjadi tak normal
  • Terasa sakit ketika bergerak

Jika dislokasi tidak segera diobati, kondisi ini dapat bertambah parah dan bisa menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi.
  • Sobeknya otot, ligamen, dan jaringan penghubung otot dengan tulang (tendon) pada sendi yang cedera.
  • Peradangan pada sendi yang cedera. Risiko ini akan semakin tinggi pada lansia.
  • Meningkatnya risiko cedera kembali pada sendi yang mengalami dislokasi.

Penyebab:

Dislokasi terjadi akibat cedera, terutama benturan keras yang dialami oleh sendi. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya adalah:

  • Olahraga, seperti ketika bermain basket, sepak bola, senam, atau gulat.
  • Kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Keturunan. Beberapa orang lahir dengan kondisi ligamen yang lebih lemah, sehingga lebih rentan mengalami dislokasi.
  • Orang lanjut usia. Orang lanjut usia memiliki kecenderungan untuk jatuh dan mengalami dislokasi.
  • Anak-anak. Anak-anak cenderung memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Jika tidak diawasi oleh orang dewasa, maka dislokasi dapat terjadi.

Ada banyak faktor risiko untuk dislokasi, yaitu:

  • Rentan jatuh: Anda mungkin menggunakan lengan, paha, atau bahu saat mendarat dari jatuh yang dapat menyebabkan dislokasi.
  • Keturunan: beberapa orang lahir dengan ligamen yang lebih longgar dan cenderung mengalami dislokasi setelah kecelakaan.
  • Cedera olahraga, seperti cedera pada olahraga sepak bola, basket, gimnastik, dan lain-lain.
  • Kecelakan kendaraan bermotor.

Diagnosa:

Diagnosis tergantung pada area yang mengalami dislokasi. Dokter dapat melakukan:

  • X-ray: mendeteksi area yang terdislokasi dan bagian sendi lainnya yang patah atau rusak.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): membantu melihat kerusakan jaringan di sekitar sendi yang dislokasi.

Pengobatan:

  • RICE (Rest, Ice, Compression dan Elevation): RICE dapat membantu sendi yang terdislokasi kembali ke posisi awal.
  • Reduksi. Tindakan yang dilakukan dokter untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.
  • Imobilisasi: dokter dapat menggunakan splint atau sling untuk imobiliasi sendi selama beberapa minggu.
  • Operasi: apabila tulang yang terdislokasi tidak dapat dikembalikan ke posisi awal, diperlukan operasi.
  • Rehabilitasi: begitu splint atau sling dilepas, Anda akan ditawarkan sesi rehab untuk memperbaiki pergerakan sendi.

Selain melalui pengobatan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat pasien lakukan sendiri untuk membantu proses penyembuhan. Di antaranya adalah:

  • Mengistirahatkan sendi yang mengalami dislokasi. Jangan terlalu banyak menggerakkan sendi yang cedera dan hindari gerakan yang memicu rasa sakit.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri jika diperlukan. Obat-obatan yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen, dapat membantu meredakan rasa sakit yang dirasakan.
  • Mengompres sendi dengan air hangat dan es. Letakkan es pada sendi yang terluka untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Gunakan kompres dingin selama 1-2 hari pertama. Setelah 2-3 hari, ketika rasa sakit dan peradangan mulai menghilang, gunakan kompres panas untuk membantu melemaskan otot-otot yang kencang dan sakit.
  • Melatih sendi yang cedera. Setelah 1-2 hari, lakukan sedikit latihan terhadap sendi yang cedera sesuai petunjuk dokter. Hal ini dilakukan agar sendi tidak kaku.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dislokasi:

  • Istirahatkan sendi yang terdislokasi: hindari aktivitas tertentu yang menyebabkan rasa sakit, hindari pergerakan yang menyakitkan.
  • Tempelkan panas atau es pada sendi yang terdislokasi: meletakkan es pada sendi yang terdislokasi dapat mengurangi kemerahan dan nyeri. Pada hari pertama atau kedua, gunakan kompres dingin selama 15 hingga 20 menit. Setelah gejala membaik, gunakan kompres hangat selama 20 menit untuk merilekskan otot.
  • Konsumsi penawar rasa sakit: ibuprofen (Advil), naproxen (Aleve) atau acetaminophen (Tylenol).
  • Latihan pergerakan: setelah 1 – 2 hari, lakukan beberapa latihan ringan yang membantu menjaga fungsi normal sendi.

Pencegahan :

Untuk mencegah terjadinya cedera yang dapat mengakibatkan dislokasi, antara lain dengan:

  • Selalu berhati-hati dan waspada ketika melakukan aktivitas.
  • Selalu berpegangan pada sisi tangga setiap naik atau turun
  • Memindahkan kabel listrik di lantai ke lokasi yang aman agar tidak tersandung.
  • Menggunakan perlengkapan pelindung ketika berolahraga.
  • Tidak berdiri di atas tempat-tempat yang tidak stabil, misalnya kursi.
  • Menutupi lantai dengan karpet yang tidak licin.
  • Melakukan latihan kebugaran secara rutin untuk meningkatkan keseimbangan dan memperkuat otot-otot tubuh.
  • Memeriksakan kesehatan mata secara teratur dan memastikan rumah memiliki pencahayaan yang cukup.

Sedangkan pada anak-anak, risiko cedera dan dislokasi dapat ditekan dengan cara:

  • Memastikan rumah aman bagi anak.
  • Memerhatikan dan mengawasi anak-anak ketika bermain.
  • Mengajari mereka mengenai perilaku aman ketika bermain atau beraktivitas.
  • Memasang pintu pengaman di tangga untuk mencegah anak jatuh.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Keluarga Sehat

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • Disfagia Disfagia

    Keluarga Sehat

    Disfagia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Disfagia. Defenisi: Disfagia atau susah menelan adalah kondisi saat...

  • Difteri Difteri

    Gaya Hidup Sehat

    Difteri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Hellosehat dan Google Medical Information mengenai Difteri. Defenisi: Difteri adalah infeksi menular...

  • Dystonia Dystonia

    Gaya Hidup Sehat

    Dystonia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, dan docdoc mengenai Dystonia. Defenisi : Dystonia adalah kondisi medis yang...

  • Gejala Demam Kuning Gejala Demam Kuning

    Gaya Hidup Sehat

    Demam Kuning

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning . Defenisi: Demam kuning atau yellow fever adalah jenis...

  • Croup / Laringotrakeobronkitis Croup / Laringotrakeobronkitis

    Gaya Hidup Sehat

    Croup / Laringotrakeobronkitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari bukusakudokter.com, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Croup / Laringotrakeobronkitis. Defenisi: Croup (Laringotrakeobronkitis) adalah suatu infeksi...

  • Chikungunya Chikungunya

    Gaya Hidup Sehat

    Chikungunya

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Chikungunya. Defenisi: Chikungunya adalah sejenis virus...

  • Cystic Fibrosis Cystic Fibrosis

    Gaya Hidup Sehat

    Cystic Fibrosis / Kista Fibrosis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, cff.org , Alodokter, docdoc.com , dan Hellosehat mengenai Cystic Fibrosis...

  • angioedema angioedema

    Diet

    Angioedema Herediter

    By

    Angioedema Herediter adalah suatu kelainan sistem kekebalan yang diturunkan, yang menyebabkan pembengkakan jaringan secara tiba-tiba. PENYEBAB Angioedema...

  • aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

    Gaya Hidup Sehat

    Aneurisma Aorta Dada

    By

    Aorta merupakan salah satu arteri yang paling besar di dalam tubuh kita dan berfungsi untuk mengalirkan...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top