Connect with us

Keluarga Sehat

Disfagia

Disfagia

Disfagia

Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Disfagia.

Defenisi:

Disfagia atau susah menelan adalah kondisi saat tubuh Anda memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung Anda.

Kerongkongan adalah saluran berotot yang menyambungkan tenggorokan (faring) dengan lambung. Kerongkongan memiliki panjang sekitar 20 cm, dan dilapisi dengan jaringan lembap berwarna merah muda yang disebut mukosa. Kerongkongan terletak di belakang trakea dan jantung, dan di depan tulang belakang. Sebelum memasuki lambung, kerongkongan melalui diafragma. Disfagia biasanya adalah pertanda dari masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, saat Anda makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan cukup. Ini bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, disfagia yang berkepanjangan dapat mengindikasi kondisi medis serius yang memerlukan perawatan.

Proses menelan secara umum dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

  • Fase oral. Tahapan ini terjadi pada saat makanan berada di dalam mulut. Tahapan ini melibatkan proses mengunyah makanan, pemindahan makanan dari bagian depan ke bagian belakang mulut, dan proses persiapan menyalurkan makanan ke faring dan kerongkongan (esofagus). Setelah makanan siap ditelan, proses menelan akan masuk ke tahapan berikutnya.
  • Fase faringeal. Tahapan ini melibatkan dua proses utama, yaitu pendorongan makanan dari mulut ke esofagus, serta tahapan proteksi saluran pernafasan dari makanan. Tahapan ini berlangsung dengan cepat selama beberapa detik.
  • Fase esofageal. Tahapan ini terjadi ketika makanan sudah masuk ke dalam esofagus. Makanan akan didorong dari bagian atas esofagus dengan gerakan seperti gelombang (peristaltik) yang dimiliki saluran pencernaan dan gerakan ini diatur oleh saraf otonom, yaitu kelompok saraf yang bekerja otomatis tanpa perintah. Gaya gravitasi juga turut membantu makanan untuk masuk ke dalam lambung.

Disfagia dibagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasinya, yaitu orofaringeal dan esofageal. Pembagian jenis disfagia ini berdasarkan fase dalam proses menelan. Disfagia orofaringeal terjadi di fase oral dan faringeal, sementara disfagia esofageal terjadi pada fase esofageal.

Gejala:

Gejala utama disfagia adalah kesulitan menelan makanan atau minuman. Selain kesulitan menelan, ada juga beberapa gejala atau tanda-tanda lain yang dapat menyertai, di antaranya adalah:

  • Rasa nyeri saat menelan.
  • Makanan terasa tersangkut di dalam tenggorokan atau dada.
  • Tersedak atau batuk ketika makan dan minum.
  • Mengeluarkan air liur terus-menerus.
  • Penurunan berat badan.
  • Makanan yang sudah ditelan keluar kembali.
  • Rasa asam lambung yang naik ke tenggorokan
  • Sering nyeri ulu hati.
  • Suara menjadi serak.
  • Penderita kerap memotong makanan menjadi kecil-kecil akibat sulit menelan atau bahkan menghindari makanan tertentu.

Disfagia juga dapat terjadi pada anak-anak dengan gejala seperti:

  • Makanan atau minuman sering keluar dari mulut.
  • Sering memuntahkan kembali makanan saat sedang makan.
  • Tidak mau memakan makanan tertentu.
  • Sulit bernapas pada saat sedang makan.
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan.

Penyebab:

Disfagia orofaringeal umumnya disebabkan oleh kelainan otot dan saraf di daerah tenggorokan. Beberapa penyebab disfagia orofaringeal, antara lain adalah:

  • Penyakit Parkinson.
  • Kerusakan saraf akibat radioterapi atau pembedahan.
  • Sindrom pasca polio.
  • Multiple sclerosis.
  • Kanker pada esofagus, kepala, atau leher.

Disfagia esofageal umumnya disebabkan oleh perasaan adanya benda yang menyumbat di daerah kerongkongan. Beberapa pemicu disfagia esofageal, antara lain adalah:

  • Ketegangan otot pada bagian kerongkongan bawah.
  • Penyempitan bagian kerongkongan bawah karena terbentuknya jaringan parut, misalnya setelah radioterapi.
  • Pembengkakan atau penyempitan esofagus akibat peradangan atau penyakit GERD.
  • Adanya benda yang menyumbat pada kerongkongan atau tenggorokan.

Seseorang akan lebih mudah mengalami disfagia seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini disebabkan oleh kelemahan otot yang terjadi secara alamiah serta meningkatnya risiko mengalami penyakit-penyakit penyebab disfagia. Selain itu, penderita kelainan saraf juga lebih mudah mengalami disfagia dibanding orang yang tidak menderita kelainan saraf.

Adapun penyebab lainnya berupa:

  • Otot dan saraf yang membantu memindahkan makanan melalui tenggorokan dan kerongkongan tidak berfungsi dengan benar. Hal ini dapat terjadi apabila Anda memiliki:
    • Stroke, cedera pada otak atau saraf tulang belakang.
    • Masalah tertentu dengan sistem saraf, seperti post-polio syndrome, multiple sclerosis, muscular dystrophy, atau penyakit Parkinson.
    • Masalah dengan sistem imun yang menyebabkan pembengkakan (atau peradangan) dan kelemahan, seperti polymyositis or dermatomyositis.
    • Kejang pada kerongkongan. Otot pada kerongkongan tiba-tiba berkontraksi. Kadang hal ini dapat mencegah makanan sampai ke lambung.
    • Scleroderma. Jaringan pada kerongkongan menjadi keras dan sempit. Scleroderma juga dapat membuat otot bawah kerongkongan melemah, yang mengakibatkan makanan dan asam lambung kembali ke tenggorokan dan mulut Anda.
  • Sesuatu menghalangi tenggorokan atau kerongkongan Anda. Hal ini dapat terjadi apabila Anda memiliki:
    • Asam lambung (GERD). Apabila asam lambung sering naik ke kerongkongan, dapat mengakibatkan ulcer pada kerongkongan, yang menyebabkan luka-luka. Luka-luka tersebut dapat membuat kerongkongan menyempit.
    • Esofagitis. Peradangan pada kerongkongan dapat disebabkan beberapa faktor, seperti asam lambung, infeksi atau adanya pil yang tersangkut pada kerongkongan. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau benda-benda di udara.
    • Divertikula. Kantung-kantung kecil pada dinding kerongkongan atau tenggorokan.
    • Tumor kerongkongan. Pertumbuhan tumor pada kerongkongan dapat menyebabkan atau tidak menyebabkan kanker.
    • Benkolan di luar kerongkongan, seperti kelenjar limfa, tumor, bone spurs pada tulang belakang yang menekan kerongkongan.

Ada banyak faktor risiko untuk disfagia, yaitu:

  • Penuaan. Akibat penuaan alami, kerongkongan yang sudah tua, dan risiko terhadap beberapa kondisi tertentu seperti stroke atau penyakit Parkinson, lansia berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan menelan.
  • Kondisi kesehatan tertentu. Orang-orang dengan gangguan neurologis atau sistem saraf lebih mudah mengalami kesulitan menelan.

Diagnosa:

Tes dapat meliputi:

  • X-ray dengan material kontras (barium x-ray). Dokter dapat melihat perubahan pada bentuk kerongkongan dan aktivitas otot.
  • Dynamic swallowing study. Gambar dapat menunjukan masalah pada koordinasi mulut dan otot tenggorokan saat Anda menelan dan melihat apakah makanan masuk ke saluran pernapasan.
  • Pemeriksaan visual pada kerongkongan (endoscopy) dengan alat yang tipis dan fleksibel.
  • Fiber-optic endoscopic swallowing evaluation (FEES) dengan kamera khusus (endoscope).
  • Tes otot kerongkongan (manometry)
  • Imaging scans. Meliputi CT scan, yang mengombinasikan rangkaian X-ray dan proses komputer.
  • Endoskopi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan selang khusus yang fleksibel serta dilengkapi kamera dan lampu. Gambar yang ditangkap oleh kamera nantinya akan bisa dilihat oleh dokter melalui layar monitor. Endoskopi bisa dilakukan untuk memeriksa kondisi saluran pernapasan atas, yaitu hidung sampai tenggorokan (nasoendoskopi), atau memeriksa kondisi kerongkongan sampai lambung (gastroskopi).
  • Fluoroskopi. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X dan dipandu oleh zat khusus sebagai kontras yang disebut barium. Berbeda dengan foto Rontgen biasa, pengambilan gambar pada fluoroskopi dilakukan berkelanjutan, sehingga dapat merekam gerakan-gerakan saat fase menelan.
  • Manometri. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat seberapa baik kerja esogafus dengan cara mengukur besar tekanan otot pada organ tersebut ketika menelan. Pemeriksaan manometri menggunakan kateter atau selang khusus berukuran kecil yang dilengkapi dengan sensor tekanan. Manometri biasanya juga dilakukan bersamaan dengan pengukuran kadar asam lambung di esofagus.
  • Pencitraan. Pencitraan dilakukan untuk melihat kondisi mulut sampai dengan kerongkongan secara lebih detail. Pencitraan dapat dilakukan dengan CT scan, MRI, atau PET scan.

Pengobatan:

Penanganan untuk disfagia meliputi:

  • Mengganti makanan yang Anda konsumsi. Dokter dapat meminta Anda untuk mengonsumsi makanan dan cairan tertentu untuk mempermudah menelan.
  • Dilasi. Suatu alat diletakkan pada kerongkongan Anda untuk melebarkan area pada kerongkongan yang sempit. Anda mungkin memerlukan penanganan ini lebih dari sekali.
  • Operasi. Jika Anda memiliki sesuatu yang menyumbat kerongkongan Anda (seperti tumor atau divertikula), Anda mungkin memerlukan operasi untuk mengangkatnya. Operasi juga kadang digunakan pada orang yang memiliki masalah yang mengganggu otot kerongkongan bagian bawah (achalasia).
  • Obat-obatan. Jika Anda mengalami disfagia yang terkait dengan asam lambung, maag, atau esofagitis, obat-obatan yang diresepkan dokter dapat membantu mencegah asam lambung masuk ke dalam kerongkongan. Infeksi pada kerongkongan biasanya diobati dengan obat-obatan antibiotik.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi disfagia:

  • Olahraga. Latihan olahraga tertentu dapat membantu mengkoordinasi otot untuk menelan atau menstimulasi saraf yang memicu refleks menelan.
  • Mempelajari teknik menelan. Anda juga dapat mempelajari cara untuk meletakkan makanan di mulut atau memposisikan tubuh dan kepala Anda untuk menelan.
  • Menghindari alkohol, tembakau dan kafein yang dapat memperburuk heartburn.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Keluarga Sehat

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • shoulderdislocation shoulderdislocation

    Keluarga Sehat

    Dislokasi Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Dislokasi Sendi. Defenisi: Dislokasi adalah cedera pada sendi yang...

  • Difteri Difteri

    Gaya Hidup Sehat

    Difteri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Hellosehat dan Google Medical Information mengenai Difteri. Defenisi: Difteri adalah infeksi menular...

  • Dystonia Dystonia

    Gaya Hidup Sehat

    Dystonia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, dan docdoc mengenai Dystonia. Defenisi : Dystonia adalah kondisi medis yang...

  • Gejala Demam Kuning Gejala Demam Kuning

    Gaya Hidup Sehat

    Demam Kuning

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning . Defenisi: Demam kuning atau yellow fever adalah jenis...

  • Croup / Laringotrakeobronkitis Croup / Laringotrakeobronkitis

    Gaya Hidup Sehat

    Croup / Laringotrakeobronkitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari bukusakudokter.com, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Croup / Laringotrakeobronkitis. Defenisi: Croup (Laringotrakeobronkitis) adalah suatu infeksi...

  • Chikungunya Chikungunya

    Gaya Hidup Sehat

    Chikungunya

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Chikungunya. Defenisi: Chikungunya adalah sejenis virus...

  • Cystic Fibrosis Cystic Fibrosis

    Gaya Hidup Sehat

    Cystic Fibrosis / Kista Fibrosis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, cff.org , Alodokter, docdoc.com , dan Hellosehat mengenai Cystic Fibrosis...

  • angioedema angioedema

    Diet

    Angioedema Herediter

    By

    Angioedema Herediter adalah suatu kelainan sistem kekebalan yang diturunkan, yang menyebabkan pembengkakan jaringan secara tiba-tiba. PENYEBAB Angioedema...

  • aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

    Gaya Hidup Sehat

    Aneurisma Aorta Dada

    By

    Aorta merupakan salah satu arteri yang paling besar di dalam tubuh kita dan berfungsi untuk mengalirkan...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top