Connect with us

Gaya Hidup Sehat

Diare

Diare

Diare

Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Diare.

Defenisi:

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya.

Diare bisa terjadi pada siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu.

Tergantung pada berapa lama diare berlangsung, ada 3 jenis diare:

  • Diare akut yang berlangsung beberapa hari hingga seminggu.
  • Diare yang berlangsung selama 3 minggu.
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 4 minggu.

Diare di Indonesia

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ketigabelas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi.

Diare sangat umum terjadi. Rata-rata orang dewasa mengalaminya 4 kali setahun. Setiap orang, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, dapat mengalami diare. Diare juga merupakan salah satu penyebab paling umum di mana orang-orang mencari pertolongan medis, karena dapat berkisar dari kondisi yang ringan dan sementara, hingga membahayakan nyawa.

Apabila diare berlangsung terlalu lama tanpa ditangani, diare dapat menjadi pertanda gangguan serius, seperti Inflammatory Bowel Disease (penyakit radang usus) atau Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau sindrom iritasi usus.

Gejala:

Gejala diare bermacam-macam, dimulai dari yang hanya merasakan sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer hingga ada yang mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami demam dan kram perut hebat.

Gejala lebih lengkapnya seperti berikut :

Gejala dan ciri diare adalah:

  • Feses lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Darah pada feses
  • Feses yang dihasilkan banyak
  • Terus menerus ke toilet

Diare adalah penyakit serius jika terjadi pada bayi dan anak Anda. Diare dapat menyebabkan dehidrasi serius dan mengakibatkan kondisi yang membahayakan nyawa pada waktu yang singkat. Anda perlu menghubungi dokter jika Anda melihat gejala-gejala ini pada anak Anda:

  • Produksi urin menurun
  • Mulut kering
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Kulit kering
  • Mengantuk.

Segera cari perawatan medis jika gejala berikut terjadi pada anak Anda:

  • Gejala dehidrasi, seperti tangan dan kaki yang dingin, kulit pucat, jarang buang air kecil, mudah marah, atau mengantuk
  • Demam tinggi
  • Feses mengandung darah dan nanah
  • Feses berwarna hitam.

Diare pada orang dewasa

Anda perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Feses berwarna gelap yang mengindikasi adanya darah pada feses
  • Mual dan muntah
  • Kurang tidur
  • Penurunan berat badan.

Penyebab:

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.

Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:

  • Efek samping obat-obatan tertentu,
  • Faktor psikologi, misalnya gelisah,
  • Konsumsi minuman beralkohol dan kopi yang berlebihan.
  • Infeksi bakteri, virus, atau parasit
  • Penyakit usus.
  • Intoleransi terhadap makanan, seperti laktosa
  • Alergi makanan

Selain penyakit medis, beberapa kebiasaan berikut ini juga dapat membuat seseorang lebih rentan terkena diare, yaitu:

  • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet
  • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih
  • Jarang membersihkan dapur dan toilet
  • Sumber air yang tidak bersih
  • Makan makanan sisa yang sudah dingin
  • Tidak mencuci tangan dengan sabun.

Diagnosa:

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan melihat sejarah medis Anda dalam mengidentifikasi penyebab diare. Dokter dapat menanyakan beberapa hal, seperti:

  • Apa yang Anda rasakan?
  • Seberapa sering Anda pergi ke toilet?
  • Makanan apa yang Anda konsumsi sebelum mengalami diare?
  • Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu akhir-akhir ini?
  • Apa saja gejala lain yang Anda alami?

Pada beberapa kasus, dokter dapat meminta Anda melakukan tes tambahan untuk mengetahui lebih lanjut terhadap kondisi Anda, seperti:

  • Tes darah
  • Tes urin dan feses
  • Pemeriksaan rektum.

Pengobatan:

Jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita, terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung.

Oralit bisa diminum untuk menghindari dehidrasi, tetapi konsultasikan pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung.

Obat antidiare biasanya tidak terlalu dibutuhkan, kecuali bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau yang ingin bepergian jarak jauh. Salah satu obat antidiare yang efektif dan cepat dalam menghentikan diare adalah loperamideMeski begitu, loperamide tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Sebagian besar penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah 2-4 hari. Sedangkan pada anak-anak, diare biasanya berlangsung lebih lama, yaitu antara 5-7 hari.

Jika anak Anda mengalami diare yang parah, berkelanjutan, atau jika dia mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera periksakan anak Anda ke dokter. Diare sebanyak enam kali atau lebih dalam jangka waktu 24 jam pada anak juga sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.

Begitu juga dengan diare yang membuat kondisi tubuh Anda menurun drastis harus dikonsultasikan kepada dokter, terlebih jika ada darah atau nanah pada tinja Anda.

Pemeriksaan tinja di laboratorium mungkin diperlukan sebagai bagian dari penelitian lebih jauh. Diare yang berlangsung lebih dari beberapa minggu pada orang dewasa bisa diakibatkan oleh sindrom iritasi usus, kanker usus, atau penyakit Crohn.

Menurut ahli gizi dari Stanford Health Care, gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi diare:

  • Minum jus buah tanpa gula tambahan
  • Konsumsi makanan kaya akan potassium, seperti pisang, kentang
  • Konsumsi makanan dan minuman kaya akan sodium, seperti air kaldu, sup, minuman energi, dan biskuit asin
  • Konsumsi makanan kaya akan serat, seperti pisang, oatmeal, nasi
  • Batasi makanan dengan krim, gorengan, dan makanan manis, yang dapat memperburuk diare
  • Hindari kafein, teh, dan minuman ringan
  • Hindari produk susu dan makanan yang kaya akan magnesium.

Pencegahan:

Diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Utamakan bahan makanan yang segar.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

Jika Anda mengalami diare, Anda boleh mengambil langkah-langkah seperti berikut ini untuk mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda.

  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
  • Membersihkan toilet dengan disinfektan tiap setelah buang air besar.
  • Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir.
  • Mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan.

 

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Gaya Hidup Sehat

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • Disentri Disentri

    Gaya Hidup Sehat

    Disentri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Hellosehat, dan Alodokter mengenai Disentri Defenisi: Disentri adalah penyakit pada...

  • Disleksia Disleksia

    Gaya Hidup Sehat

    Disleksia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, dan docdoc mengenai Disleksia. Defenisi: Disleksia adalah suatu gangguan...

  • Difteri Difteri

    Gaya Hidup Sehat

    Difteri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Hellosehat dan Google Medical Information mengenai Difteri. Defenisi: Difteri adalah infeksi menular...

  • Dystonia Dystonia

    Gaya Hidup Sehat

    Dystonia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, dan docdoc mengenai Dystonia. Defenisi : Dystonia adalah kondisi medis yang...

  • Dry Socket Dry Socket

    Gaya Hidup Sehat

    Dry Socket

    By

    Informasi ini dirangkum dari Hellosehat, dan Alodokter mengenai Dry Socket. Defenisi : Dry socket / alveolar osteitis...

  • Disaselerasi Disaselerasi

    Gaya Hidup Sehat

    Dilaserasi

    By

    Informasi ini dirangkum dari klik dokter, halosehat, dan halogigi mengenai Dilaserasi. Pengertian : Gigi bengkok (dilaserasi)...

  • Dermatitis Kontak Dermatitis Kontak

    Gaya Hidup Sehat

    Dermatitis Kontak

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Dermatitis Kontak. Defenisi: Dermatitis kontak adalah peradangan pada...

  • Gejala Demam Kuning Gejala Demam Kuning

    Gaya Hidup Sehat

    Demam Kuning

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning . Defenisi: Demam kuning atau yellow fever adalah jenis...

  • Croup / Laringotrakeobronkitis Croup / Laringotrakeobronkitis

    Gaya Hidup Sehat

    Croup / Laringotrakeobronkitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari bukusakudokter.com, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Croup / Laringotrakeobronkitis. Defenisi: Croup (Laringotrakeobronkitis) adalah suatu infeksi...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top