Connect with us

Dermatitis Kontak

Gaya Hidup Sehat

Dermatitis Kontak

Dermatitis Kontak

Dermatitis Kontak

Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Dermatitis Kontak.

Defenisi:

Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit, ditandai dengan ruam gatal kemerahan, yang muncul akibat kontak dengan zat tertentu.

Ruam yang muncul akibat peradangan ini tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita. Dermatitis kontak merupakan bagian dari eksim atau eksema, di mana kulit bisa menjadi memerah, kering dan pecah-pecah. Dermatitis kontak bisa terjadi pada kulit di bagian tubuh mana pun, tapi umumnya dermatitis kontak menyerang kulit tangan dan wajah. Agar pengobatan bisa berjalan sukses, penderita harus mengidentifikasi dan menghindari penyebab munculnya dermatitis kontak pada kulit mereka.

Dermatitis kontak disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik atau tanaman beracun. Penyakit ini tidak menular dan penyebab iritasinya akan berbeda dari orang ke orang.

Penyakit ini dapat terjadi pada segala golongan usia dan jenis kelamin. Lebih dari 50% dari orang dewasa di Amerika setidaknya pernah terinfeksi. Di Indonesia sendiri, dermatitis kontak adalah salah satu penyakit kulit yang umum di Indonesia.

Gejala:

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Pada dermatitis kontak, gejala umum pada kulit penderita adalah:

  • Ruam kemerahan.
  • Peradangan.
  • Gatal yang kadang-kadang terasa parah.
  • Kering.
  • Pembengkakan.
  • Kulit kering.
  • Bersisik.
  • Lecet melepuh.
  • Menebal.
  • Pecah-pecah.
  • Terasa sakit saat disentuh atau muncul rasa nyeri.
  • Untuk tingkat yang parah, dermatitis kontak bisa menyebabkan pecahnya luka melepuh dan terbentuknya lapisan keras kecoklatan yang menutup lubang pecahnya lepuhan kulit.

Tingkat keparahan ruam yang muncul bergantung pada beberapa hal, yaitu:

  • Durasi kulit terkena zat penyebab dermatitis kontak.
  • Kekuatan zat penyebab munculnya ruam.
  • Faktor lingkungan seperti suhu udara, aliran udara dan keringat akibat menggunakan sarung tangan.
  • Faktor keturunan yang memengaruhi respons tubuh seseorang saat kontak dengan zat tertentu.

Gejala dermatitis kontak iritan biasanya akan muncul kurang lebih 48 jam. Sedangkan gejala dermatitis kontak alergi biasanya butuh beberapa hari untuk berkembang.

Kadang, bagian kulit yang terkena dermatitis kontak bisa terinfeksi. Tanda-tanda kulit menjadi terinfeksi antara lain:

  • Gejala-gejala yang dirasakan semakin parah.
  • Keluar cairan nanah dari kulit.
  • Rasa nyeri yang semakin meningkat.
  • Merasa tidak sehat.
  • Demam.

Rasa gatal dan iritasi terjadi dalam jangka waktu 24-48 jam setelah paparan. Iritasi dapat berupa kemerahan, bengkak, bentol, atau lenting. Pada kasus di mana iritasi telah terjadi berulang-ulang dalam waktu lama (kronis), maka iritasi dapat berupa kulit yang kehitaman disertai adanya kulit yang mengeras dan mengelupas. Kadang lenting juga terbentuk, namun cairan dari lenting tidak menginfeksi orang lain. Hindarilah menggaruk kulit karena dapat menyebabkan infeksi. Menghirup atau menelan penyebab iritasi dapat menyebabkan bengek atau mual.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Pada kebanyakan kasus, penyakit ini tidak akan mempengaruhi kesehatan dan akan hilang sendiri setelah beberapa saat. Namun, masih ada risiko kondisi semakin memburuk. Silakan konsultasi dengan dokter jika:

  • Adanya bercak-bercak merah yang membuat Anda tidak bisa tidur atau melakukan kegiatan sehari-hari
  • Bercak merah terasa sakit dan meluas
  • Bercak merah pada kulit membuat Anda tidak percaya diri
  • Bercak merah tidak membaik dalam beberapa minggu
  • Bercak merah mengganggu wajah atau alat kelamin Anda
  • Penghentian penggunaan steroid dapat menyebabkan peradangan kulit lebih buruk
  • Penggunaan krim atau lotion antihistamin yang tidak mengikuti saran dari dokter Anda sehingga dapat menyebabkan kulit menjadi merah dengan sendirinya

Penyebab:

Penyebab dermatitis kontak adalah kontak langsung dengan penyebab iritasi menyebabkan kulit alergi. Getah dan tanaman beracun adalah penyebab yang umum. Paparan tidak hanya terjadi dengan menyentuh pohon, tetapi juga menyentuh atau mengelus pakaian dengan zat yang lengket.

Beberapa penyebab lain termasuk pakaian (wol), bahan pembersih peralatan rumah tangga (seperti deterjen), pembersih (seperti sabun, shampoo), logam alkali, pewarna, obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia lainnya.

Penyebab dermatitis kontak adalah sentuhan kulit dengan zat tertentu yang menyebabkan iritasi atau memicu reaksi alergi. Ada dua jenis dermatitis kontak yang dibedakan berdasarkan reaksi kulit terhadap zat penyebab dermatitis, yaitu:

  • Dermatitis kontak iritan, terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat tertentu yang merusak lapisan luar kulit, sehingga menyebabkan kulit kemerahan, gatal dan muncul sensasi nyeri atau tersengat.
  • Dermatitis kontak alergi, muncul saat kulit bersentuhan dengan zat yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi tidak normal dan menyerang sel serta jaringan tubuh sehat yang menyebabkan kulit meradang dan nyeri.

Beberapa zat yang bisa menimbulkan dermatitis kontak iritan adalah:

  • Sabun dan deterjen.
  • Antiseptik dan antibakteri.
  • Parfum dan pengawet pada produk perawatan tubuh atau kosmetik.
  • Pelarut.
  • Minyak pelumas mesin.
  • Disinfektan.
  • Larutan asam dan alkali.
  • Semen.
  • Bubuk, atau debu, atau tanah.
  • Air yang mengandung klorin atau kapur.
  • Beberapa jenis tumbuhan tertentu.
  • Pemutih.
  • Spiritus.

Risiko terkena dermatitis kontak iritan akan meningkat apabila bidang pekerjaan Anda bersinggungan langsung dengan bahan-bahan yang disebutkan di atas. Beberapa pekerjaan yang lebih berisiko menyebabkan kondisi ini adalah petani, juru masak, operator mesin, pekerja di pabrik kimia, ahli kecantikan dan tata rias, petugas kebersihan, dan lain-lain.

Sedangkan beberapa zat yang umumnya bisa menyebabkan dermatitis kontak alergi adalah:

  • Bahan kosmetik seperti pengawet, parfum, pengeras cat kuku, pewarna rambut.
  • Logam, seperti nikel atau kobalt pada perhiasan.
  • Beberapa obat-obatan oles.
  • Karet, termasuk lateks.
  • Tekstil, khususnya pewarna dan resin yang terkandung di dalamnya.
  • Lem kuat.
  • Beberapa jenis tumbuhan tertentu.
  • Hena hitam dan tato kulit.
  • Zat yang terbawa udara, seperti aromaterapi dan obat nyamuk semprot.
  • Produk-produk kulit yang bereaksi ketika terkena sinar matahari, misalnya beberapa jenis tabir surya.

Diagnosa:

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Dokter biasanya akan mencari sumber penyebab dermatitis kontak dengan bertanya riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, riwayat alergi, dan pekerjaan Anda. Selain itu, beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis dermatitis kontak adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat tampilan kulit yang diduga terkena dermatitis kontak dan mempelajari gejala-gejala yang dirasakan pasien.
  • Uji tempel. Pada uji ini dokter akan menempelkan kertas yang mengandung beberapa zat penyebab alergi pada kulit, untuk mengidentifikasi zat penyebab munculnya dermatitis kontak alergi.
  • ROAT test. Pada pemeriksaan ini pasien akan diminta untuk menempelkan zat tertentu beberapa kali pada bagian kulit yang sama dua kali sehari selama 5 sampai 10 hari untuk melihat bagaimana reaksi kulitnya.

Pengobatan:

Pengobatan bisa membantu penderita untuk mengatasi dermatitis kontak dan meredakan gejala-gejalanya. Ada beberapa cara untuk menangani dermatitis kontak:

  • Menghindari paparan zat penyebab iritasi dan alergi di kulit. Penderita dianjurkan untuk mencari tahu zat apa yang menyebabkan dermatitis kontak.
  • Menggunakan pelembap kulit. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko kulit kering dan melindungi kulit.
  • Mengoleskan obat krim kortikosteroid. Obat jenis ini mampu mengatasi kulit merah, nyeri dan meradang yang diakibatkan oleh dermatitis kontak.
  • Mengonsumsi tablet kortikosteroid. Obat ini akan diberikan jika pasien menderita dermatitis kontak parah, di mana area kulit yang terserang cukup luas.
  • Terapi imunosupresan. Pemberian obat-obatan untuk mengurangi inflamasi dengan menekan sistem imun tubuh.
  • Fototerapi. Area kulit yang terpengaruh diberikan pajanan terhadap sinar UV untuk membantu mengembalikan penampilannya. Biasanya, teknik ini disarankan oleh dokter kulit untuk memperbaiki wujud kulit yang terpengaruh.

Pemakaian obat jenis apa pun untuk mengobati dermatitis kontak, dianjurkan mengikuti petunjuk pada kemasan dan dari dokter mengenai dosis dan aturannya.

Agar tidak memperparah gejala dermatitis kontak yang muncul, disarankan untuk menghindari menggaruk ruam atau inflamasi yang terjadi pada kulit Anda. Gunakan pakaian yang longgar dan memiliki tekstur lembut untuk menghindari iritasi berlebih. Anda bisa merendam kulit yang terpengaruh dengan air dingin yang ditaburi baking soda.

Jika tidak ditangani dengan benar, dermatitis kontak bisa menimbulkan beberapa komplikasi sebagai berikut:

  • Kulit gatal-gatal dan bersisik kronis. Kondisi ini biasa dinamakan neurodermatitis. Jika digaruk, maka kulit akan terasa semakin gatal.
  • Infeksi. Jika penderita kondisi ini terus-menerus menggaruk, maka ruam pada kulit akan menjadi basah. Hal ini merupakan kondisi ideal bagi berkembangnya bakteri dan jamur, dan bisa menyebabkan infeksi.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dermatitis kontak:

  • Gunakan obat steroid sesuai yang diinstruksikan dokter. Antihistamin juga dapat digunakan jika diperlukan dan hentikan penggunaan jika mengalami gatal
  • Gunakan lotion pengobatan jika diperlukan tapi jangan digaruk pada 1 jam pertama setelah penggunaan krim steroid oles atau salep, untuk membiarkannya meresap
  • Konsumsilah makanan dengan gizi yang memadai
  • Saat olahraga, kulit yang panas dan berkeringat akan menyebabkan gatal. Bersihkanlah kulit dan dinginkan tubuh setelah olahraga
  • Gunakan sabun atau deterjen ringan untuk membersihkan kulit. Hindari iritasi kulit yang disebabkan oleh deodoran atau parfum dalam sabun
  • Bilas kulit segera dengan sabun dan air jika terkena penyebab iritasi dermatitis
  • Hubungi dokter jika Anda mengalami demam, batuk, bengek, muntah atau diare; jika bercak semakin parah meskipun telah melakukan pengobatan, atau jika bercak merah baru berkembang lebih banyak
  • Gunakan pelindung saat akan kontak dengan iritan, misalnya menggunakan sepatu boots dan sarung tangan bila akan menggunakan pembersih rumah tangga yang mengiritasi, atau gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat melakukan aktivitas di sekitar poison ivy.

Pencegahan :

Cara terbaik untuk mencegah dermatitis kontak adalah dengan menghindari bersentuhan atau kontak langsung dengan zat penyebab alergi dan iritasi. Jika tidak bisa menghindarinya, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena dermatitis kontak, yaitu:

  • Rajin membersihkan kulit.
  • Kenakan pakaian pelindung atau sarung tangan, untuk mengurangi kontak langsung antara kulit dengan zat penyebab alergi dan iritasi.
  • Ganti produk perawatan tubuh. Apabila produk perawatan tubuh yang digunakan menyebabkan alergi atau iritasi.
  • Jagalah hewan peliharaan. Beberapa hewan peliharaan bisa menyebarkan zat penyebab alergi dari tumbuhan dengan mudah.
  • Gunakan pelembap.
  • Mengubah program diet. Dermatitis kontak bisa muncul karena alergi terhadap zat nikel yang terdapat dalam beberapa jenis makanan.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Gaya Hidup Sehat

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • Disentri Disentri

    Gaya Hidup Sehat

    Disentri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Hellosehat, dan Alodokter mengenai Disentri Defenisi: Disentri adalah penyakit pada...

  • Disleksia Disleksia

    Gaya Hidup Sehat

    Disleksia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, dan docdoc mengenai Disleksia. Defenisi: Disleksia adalah suatu gangguan...

  • Difteri Difteri

    Gaya Hidup Sehat

    Difteri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Hellosehat dan Google Medical Information mengenai Difteri. Defenisi: Difteri adalah infeksi menular...

  • Diare Diare

    Gaya Hidup Sehat

    Diare

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Diare. Defenisi: Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan...

  • Dystonia Dystonia

    Gaya Hidup Sehat

    Dystonia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, dan docdoc mengenai Dystonia. Defenisi : Dystonia adalah kondisi medis yang...

  • Dry Socket Dry Socket

    Gaya Hidup Sehat

    Dry Socket

    By

    Informasi ini dirangkum dari Hellosehat, dan Alodokter mengenai Dry Socket. Defenisi : Dry socket / alveolar osteitis...

  • Disaselerasi Disaselerasi

    Gaya Hidup Sehat

    Dilaserasi

    By

    Informasi ini dirangkum dari klik dokter, halosehat, dan halogigi mengenai Dilaserasi. Pengertian : Gigi bengkok (dilaserasi)...

  • Gejala Demam Kuning Gejala Demam Kuning

    Gaya Hidup Sehat

    Demam Kuning

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning . Defenisi: Demam kuning atau yellow fever adalah jenis...

  • Croup / Laringotrakeobronkitis Croup / Laringotrakeobronkitis

    Gaya Hidup Sehat

    Croup / Laringotrakeobronkitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari bukusakudokter.com, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Croup / Laringotrakeobronkitis. Defenisi: Croup (Laringotrakeobronkitis) adalah suatu infeksi...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top