Connect with us

Gaya Hidup Sehat

Demam Kuning

Demam Kuning

Demam Kuning

Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning .

Defenisi:

Demam kuning atau yellow fever adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui perantara nyamuk.

Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, serta mata dan kulit yang menguning akibat penurunan fungsi hati. Umumnya, demam kuning ditemukan di wilayah Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia. Demam kuning dapat menyerang penduduk yang tinggal di daerah endemik dan para turis yang sedang mengunjungi daerah tersebut.Apabila tertular pada manusia, virus demam kuning dapat merusak hati dan organ internal lainnya dapat menjadi fatal.

Infeksi ini paling banyak ditemukan di daerah Afrika dan Amerika Selatan, mempengaruhi pengunjung dan penduduk area tersebut.

Organisasi kesehatan dunia mengestimasi 200.000 kasus demam kuning di seluruh dunia setiap tahunnya. Yellow fever meningkat akibat menurunnya imunitas terhadap infeksi pada populasi lokal, deforestasi, perubahan iklim dan urbanisasi tinggi.

Yellow fever dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala:

demam-kuning

Gejala Demam Kuning

Nama demam kuning berasal dari 2 gejala utamanya: demam dan kulit yang menjadi kekuningan. Penguningan terjadi akibat kerusakan hati, hepatitis. Pada beberapa orang, demam kuning tidak memiliki tanda-tanda awal, namun bagi beberapa orang lain, gejala awal muncul 3 hingga 6 hari setelah paparan virus dari gigitan nyamuk.

Gejala demam kuning dapat dilihat berdasarkan tiga fase, yaitu:

  • Fase inkubasi. Pada masa ini, virus yang masuk ke dalam tubuh belum menimbulkan tanda-tanda atau gejala. Masa inkubasi berlangsung selama 1-3 hari setelah terinfeksi.
  • Fase akut. Fase ini terjadi pada hari ke-3 atau ke-4 setelah terinfeksi, dan dapat berlangsung selama 3-4 hari. Pada fase ini, penderita demam kuning mulai merasakan gejala-gejala yang meliputi:
    • Demam.
    • Pusing.
    • Mata, wajah, atau lidah kemerahan.
    • Sakit kepala.
    • Silau terhadap cahaya.
    • Nafsu makan menurun.
    • Nyeri otot.
    • Mual dan muntah.

Setelah fase akut berakhir, gejala-gejala tersebut akan menghilang. Sebagian besar orang dapat sembuh dari demam kuning setelah fase ini. Namun, beberapa orang justru memasuki fase serius dari demam kuning, yaitu fase toksik, setelah 24 jam bebas gejala.

  • Fase toksik. Pada fase ini, gejala demam kuning dirasakan kembali oleh penderita, dengan gejala yang lebih serius. Gejala-gejala tersebut meliputi:
    • Kulit dan sklera (bagian putih mata) menguning.
    • Denyut jantung melambat.
    • Nyeri perut.
    • Muntah yang terkadang disertai muntah darah.
    • Mimisan, gusi berdarah, dan perdarahan dari mata.
    • Penurunan jumlah urine dan gagal ginjal.
    • Gagal hati.
    • Penurunan fungsi otak, meliputi delirium, kejang, hingga koma.

Komplikasi demam kuning yang mungkin muncul selama fase toksik, antara lain:

  • Perdarahan.
  • Miokarditis, yaitu peradangan otot jantung.
  • Edema paru, yaitu penumpukan cairan di dalam kantung paru-paru (alveoli).
  • Sindrom hepatorenal. Timbulnya gagal ginjal pada pasien yang mengalami kerusakan hati.
  • Radang otak (ensefalitis).
  • Infeksi bakteri sekunder, yaitu infeksi bakteri yang muncul selama atau setelah pengobatan terhadap infeksi lain.

Penyebab:

Demam kuning disebabkan oleh virus yang berasal dari genus Flavivirus, dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk ini berkembang di lingkungan sekitar manusia. Bahkan, nyamuk Aedes aegypti juga berkembang biak di air bersih.

Nyamuk Aedes aegypti membawa virus demam kuning setelah menggigit manusia atau monyet yang sedang terinfeksi. Virus kemudian memasuki aliran darah nyamuk dan menetap di kelenjar air liur (saliva) nyamuk. Ketika nyamuk itu kembali menggigit orang lain, virus akan memasuki tubuh orang tersebut melalui aliran darah dan menyebar di dalam tubuh.

Waktu senja hingga fajar merupakan waktu ketika nyamuk Aedes aegypti sedang aktif, sehingga di waktu tersebut penyebaran virus demam kuning paling banyak terjadi.

Yellow fever biasanya ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Manusia tidak dapat menyebarkan demam kuning melalui kontak biasa, walau dapat ditularkan melalui darah dengan jarum yang terkontaminasi.

Beberapa spesies nyamuk membawa virus demam kuning, beberapa berkembang di daerah urban, beberapa di daerah hutan. Nyamuk yang berkembang di hutan juga menularkan demam kuning ke monyet yang merupakan host dari penyakit.

Diagnosa:

Demam kuning terkadang sulit didiagnosis karena gejalanya cukup umum dan menyerupai gejala penyakit lainnya, seperti malaria, tifus, dan demam berdarah. Dokter akan melakukan beberapa hal, antara lain:

  • Mengajukan pertanyaan terkait riwayat timbulnya gejala yang dialami pasien, termasuk riwayat bepergian ke daerah lain dan riwayat kesehatan terdahulu.
  • Melakukan pemeriksaan fisik lengkap dari kepala hingga kaki, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah.
  • Melakukan tes darah untuk mengetahui keberadaan antibodi tubuh yang muncul saat terinfeksi virus tersebut.

Segera temui dokter ketika Anda merasakan gejala-gejala demam kuning tersebut, terutama setelah atau sedang melakukan kunjungan ke negara-negara yang banyak terjadi penyakit demam kuning, seperti negara di Afrika, serta Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Pengobatan:

Tidak ada pengobatan antivirus yang terbukti bisa mengobati yellow fever. Perawatan biasanya mencakup penanganan suportif di rumah sakit, seperti:

  • Menyediakan cairan dan oksigen
  • Memberikan obat demam dan pereda rasa sakit, seperti paracetamol.
  • Menjaga tekanan darah yang normal
  • Mengganti kehilangan darah
  • Menyediakan dialisis untuk gagal ginjal
  • Mengatasi infeksi lainnya yang muncul
  • Beberapa orang menerima transfusi plasma untuk menggantikan protein darah yang memicu pembekuan darah.
  • Cuci darah jika mengalami gagal ginjal.
  • Pengobatan terhadap infeksi penyerta lainnya yang mungkin terjadi, seperti infeksi bakteri.

Jika Anda memiliki yellow fever, dokter akan merekomendasi Anda untuk tetap berada di dalam rumah, jauh dari nyamuk, untuk menghindari penyebaran penyakit. Apabila Anda pernah mengalami demam kuning, Anda akan imun terhadap penyakit ini seumur hidup Anda.

Walau tidak ada perawatan spesifik untuk demam kuning, perawatan suportif di rumah tidak disarankan. Pengunjung ke daerah endemik demam kuning juga berada dalam risiko kondisi berbahaya lainnya dan harus segera mencari pertolongan utama apabila demam muncul. Selain demam kuning, malaria dapat muncul hingga 1 tahun kemudian, apapun pencegahannya. Tidak ada pengobatan rumahan yang efektif untuk demam kuning, dan pasien harus segera mencari pertolongan medis dan mengikuti petunjuk dengan hati-hati.

Pencegahan :

Beberapa cara untuk mencegah demam kuning, antara lain:

  • Vaksinasi. Vaksinasi adalah cara paling utama untuk mencegah demam kuning, terutama bagi yang ingin bepergian ke daerah yang berisiko seperti negara di Afrika serta Amerika Latin dan Kepulauan Karibia. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksinasi yang paling tidak dilakukan 3-4 minggu sebelum keberangkatan. Beberapa negara mengharuskan para turis memiliki sertifikat imunisasi sebelum memasuki negara tersebut.
    Satu dosis vaksin demam kuning memberikan perlindungan sedikitnya 10 tahun. Efek samping dari vaksin ini umumnya ringan, seperti sakit kepala, demam ringan, nyeri otot, letih, dan sakit di area suntikan. Vaksin demam kuning aman diberikan kepada individu mulai dari usia 9 bulan hingga 60 tahun. Namun, terdapat beberapa kategori individu yang perlu perhatian khusus sebelum melakukan vaksinasi, yaitu:
    • Bayi usia kurang dari 9 bulan.
    • Seseorang yang alergi berat terhadap protein telur.
    • Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh sangat rendah, seperti penderita HIV/AIDS.
    • Wanita hamil.
    • Individu di atas 60 tahun.
    • Sudah pernah mengalami infeksi demam kuning.

Konsultasikan kepada dokter apabila Anda termasuk salah satu kategori individu di atas dan berencana menerima vaksin demam kuning (yellow fever).

  • Perlindungan dari gigitan nyamuk. Selain vaksinasi, risiko demam kuning juga dapat dikurangi dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko gigitan nyamuk, antara lain:
    • Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang.
    • Hindari banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama sore hari hingga subuh.
    • Pilih tempat tinggal yang dilengkapi dengan jendela yang diberi kawat nyamuk dan pendingin ruangan.
    • Jika tidak memiliki pendingin ruangan dan jendela kawat nyamuk, maka gunakan kelambu.
    • Gunakan losion pengusir nyamuk. Namun, tetaplah berhati-hati karena losion pengusir nyamuk dapat bersifat racun. Gunakan sesuai kebutuhan dan jangan terlalu berlebihan. Bila ingin menggunakan losion anti nyamuk terhadap bayi dan anak-anak, gunakan produk yang memang diperuntukkan untuk bayi dan anak-anak.
    • Beberapa bahan alami, seperti minyak kayu putih, juga mampu memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Gaya Hidup Sehat

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • Disentri Disentri

    Gaya Hidup Sehat

    Disentri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Hellosehat, dan Alodokter mengenai Disentri Defenisi: Disentri adalah penyakit pada...

  • Disleksia Disleksia

    Gaya Hidup Sehat

    Disleksia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, dan docdoc mengenai Disleksia. Defenisi: Disleksia adalah suatu gangguan...

  • Difteri Difteri

    Gaya Hidup Sehat

    Difteri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Hellosehat dan Google Medical Information mengenai Difteri. Defenisi: Difteri adalah infeksi menular...

  • Diare Diare

    Gaya Hidup Sehat

    Diare

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Diare. Defenisi: Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan...

  • Dystonia Dystonia

    Gaya Hidup Sehat

    Dystonia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, dan docdoc mengenai Dystonia. Defenisi : Dystonia adalah kondisi medis yang...

  • Dry Socket Dry Socket

    Gaya Hidup Sehat

    Dry Socket

    By

    Informasi ini dirangkum dari Hellosehat, dan Alodokter mengenai Dry Socket. Defenisi : Dry socket / alveolar osteitis...

  • Disaselerasi Disaselerasi

    Gaya Hidup Sehat

    Dilaserasi

    By

    Informasi ini dirangkum dari klik dokter, halosehat, dan halogigi mengenai Dilaserasi. Pengertian : Gigi bengkok (dilaserasi)...

  • Dermatitis Kontak Dermatitis Kontak

    Gaya Hidup Sehat

    Dermatitis Kontak

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Dermatitis Kontak. Defenisi: Dermatitis kontak adalah peradangan pada...

  • Croup / Laringotrakeobronkitis Croup / Laringotrakeobronkitis

    Gaya Hidup Sehat

    Croup / Laringotrakeobronkitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari bukusakudokter.com, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Croup / Laringotrakeobronkitis. Defenisi: Croup (Laringotrakeobronkitis) adalah suatu infeksi...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top