Connect with us

Penyakit

Delirium

Delirium

Delirium

Informasi ini dirangkum dari Spesialis info, Alodokter dan Dokter sehat mengenai Delirium.

Defenisi:

Delirium adalah gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Hal ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada pasien yang berusia lanjut dan telah dikompromikan dengan status mental. Pada fase awal, delirium akan berkembang cukup cepat, dari beberapa jam sampai beberapa hari.

Gejala:

Beberapa gejala umum delirium adalah:

  • Berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk tetap fokus pada topik atau untuk mengganti topik pembicaraan, mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting, dan suka melamun sehingga tidak bereaksi terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
  • Kemampuan berpikir yang buruk (gangguan kognitif). Hal ini akan terlihat seperti buruknya daya ingat jangka pendek, disorientasi (tidak mengetahui di mana dirinya berada), kesulitan berbicara, bicara bertele-tele, serta kesulitan dalam memahami pembicaraan, membaca dan menulis.
  • Gangguan emosional. Penderita akan tampak gelisah, takut atau paranoid, depresi, mudah tersinggung, apatis, perubahan mood mendadak, dan perubahan kepribadian.
  • Perubahan perilaku. Orang lain akan melihat penderita delirium mengalami halusinasi, gelisah dan agresif, mengeluarkan suara mengerang atau memanggil, menjadi pendiam dan menutup diri, pergerakan melambat, dan terganggunya kebiasaan tidur (jam aktif dan jam tidur menjadi terbalik).

Berdasarkan gejala yang ditunjukkan penderita, delirium bisa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Delirium hiperaktif. Penderita akan terlihat gelisah, seringkali berubah mood atau berhalusinasi.
  • Delirium hipoaktif. Penderita akan tampak tidak aktif atau mengurangi aktivitas gerak, lesu, kantuk yang tidak normal, atau tampak linglung.
  • Delirium campuran. Penderita akan sering menunjukkan perubahan gejala dari delirium hiperaktif ke delirium hipoaktif atau sebaliknya.

Penyebab:

Delirium bisa disebabkan oleh satu atau lebih faktor. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan delirium adalah:

  • Beberapa jenis pengobatan atau keracunan obat.
  • Penyakit kronis atau parah.
  • Penyalahgunaan obat-obatan dan minuman beralkohol.
  • Gejala putus obat atau putus minuman beralkohol.
  • Malnutrisi atau dehidrasi.
  • Kondisi medis tertentu.
  • Gangguan tidur atau gangguan emosi parah.
  • Ketidakseimbangan metabolisme.
  • Demam dan infeksi akut, khususnya pada anak.
  • Terpapar racun.
  • Rasa sakit.
  • Proses pembedahan atau prosedur medis lainnya yang melibatkan pembiusan.
  • Beberapa pengobatan atau kombinasi obat bisa juga memicu munculnya delirium, yaitu:
    • Obat pereda rasa sakit.
    • Obat penyakit parkinson.
    • Obat tidur.
    • Obat asma.
    • Obat anti alergi.
    • Obat untuk kejang-kejang.
    • Obat untuk gangguan mood, seperti depresi dan gelisah.

Diagnosa:

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis delirium, yaitu:

  • Pemeriksaan kondisi fisik dan neurologis. Penderita akan menjalani pemeriksaan fisik untuk memeriksa gangguan medis atau penyakit yang bisa menyebabkan delirium. Pada pemeriksaan neurologis, dokter akan mencari penyakit saraf lain atau stroke yang bisa mendasari delirium melalui pemeriksaan kondisi penglihatan, keseimbangan, koordinasi, dan refleks.
  • Pemeriksaan kondisi kejiwaan. Dokter akan menilai tingkat kesadaran, perhatian, dan daya berpikir penderita melalui sesi wawancara, pengujian, dan penyaringan.
  • Pemeriksaan lainnya. Dokter mungkin akan menyarankan penderita untuk menjalani tes darah, urine, dan juga tes pencitraan otak atau dada.

Berdasarkan panduan dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Fifth Edition (DSM-5)kriteria diagnostik untuk delirium adalah sebagai berikut:

  • Gangguan dalam perhatian (yaitu, berkurangnya kemampuan untuk mengarahkan fokus, mempertahankan fokus, dan mengalihkan perhatian) dan gangguan dalam kesadaran.
  • Perubahan kognisi (misalnya, defisit memori, disorientasi, gangguan bahasa, gangguan persepsi) yang tidak membaik dari catatan yang sudah ada sebelumnya, berkembangnya suatu demensia.
  • Gangguan perkembangan dalam waktu yang singkat (biasanya jam sampai hari) dan cenderung berfluktuasi.
    Ada bukti dari riwayat, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium bahwa gangguan ini disebabkan oleh konsekuensi fisiologis langsung dari kondisi umum medis, misal zat memabukkan, penggunaan obat, atau lebih dari satu penyebab.

Instrumen penilaian
Beberapa langkah-langkah yang digunakan untuk mengidentifikasi penyakit ini meliputi:

  • Metode Penilaian Kebingungan (CAM)
  • Wawancara Gejala Delirium (DSI)
  • Metode Penilaian Kebingungan untuk Intensive Care Unit (CAM-ICU)
  • Perawatan Intensif Delirium Checklist Screening (ICDSC)
  • Keparahan gejala delirium dapat dinilai dengan Skala Deteksi Delirium (DDS) dan Skala Penilaian Delirium Memorial (MDAS).

Pengobatan:

Tujuan pertama pengobatan adalah untuk menangani penyebab yang memicu munculnya delirium. Setelah itu, terapi pengobatan akan bertujuan menciptakan lingkungan yang sesuai untuk penyembuhan tubuh dan menenangkan pikiran penderita.

Dokter akan mencoba mengurangi atau menghindari penggunaan obat yang bisa memicu delirium. Namun, dokter tetap meresepkan beberapa obat yang berfungsi mengontrol rasa nyeri yang dapat memicu delirium.

Perawatan pendukung juga diperlukan bagi penderita delirium untuk mencegah komplikasi. Beberapa perawatan pendukung penderita delirium adalah:

  • Melindungi saluran napas.
  • Menyediakan cairan dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh penderita.
  • Membantu penderita yang kesulitan menggerakkan tubuh.
  • Menangani rasa nyeri yang dialami penderita.
  • Mencegah penderita kehilangan kendali atas dirinya.
  • Menghindari pemakaian pengekangan fisik atau pemakaian tabung kandung kemih.
  • Menghindari banyak perubahan di lingkungan sekitar penderita.
  • Mendorong adanya interaksi antara penderita dengan keluarga atau kerabat dekatnya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau tidak memperparah delirium, yaitu:

  • Menghindari faktor-faktor yang berisiko memicu delirium, misalnya berada di rumah sakit dengan suasana baru, suara berisik, pemakaian obat bius, pencahayaan kamar atau ruangan yang buruk, kebingungan.
  • Lakukan kebiasaan tidur yang sehat. Sediakan kamar dan lingkungan yang tenang, pencahayaan yang baik, termasuk membantu penderita memiliki aktivitas yang seimbang di siang hari, dapat membantunya untuk tidur lebih baik di malam hari.
  • Terus berusaha menenangkan atau mengarahkan penderita agar tidak merasakan banyak perubahan di sekitarnya. Ini termasuk menaruh barang-barang yang dikenal penderita di sekitarnya, sediakan jam dan kalender, dan berupaya untuk bicara dengan suara rendah sehingga penderita tidak terganggu.
  • Menghindari masalah medis dan komplikasi lainnya, yang juga membantu menurunkan tingkat keparahan delirium. Diet sehat, obat-obatan tersedia, anjuran untuk berolahraga, dan mengobati kondisi fisik yang mengarah ke gangguan kesehatan tertentu, semua dapat membantu menurunkan kekambuhan delirium.
    a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

    Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

    Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

    Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

    Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts 

Facebook Comments
Share & Follow

More in Penyakit

  • Otitis Eksterna Otitis Eksterna

    Penyakit

    Otitis Eksterna

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter , Klikdokter dan Hellosehat mengenai Otitis Eksterna. Defenisi: Otitis eksterna adalah peradangan...

  • Osteoarthritis / Pengapuran Sendi Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    Penyakit

    Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteoarthritis. Defenisi: Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi...

  • OCD (Obsessive Compulsive Disorder) OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    Penyakit

    OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Defenisi: Gangguan obsesif kompulsif atau...

  • Osteosarcoma Osteosarcoma

    Penyakit

    Osteosarcoma

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteosarcoma. Defenisi: Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang...

  • Orchitis Orchitis

    Penyakit

    Orchitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Orchitis. Defenisi: Orchitis adalah peradangan atau inflamasi akut pada...

  • Obesitas Obesitas

    Penyakit

    Obesitas

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Defenisi: Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat...

  • Nyeri Sendi Nyeri Sendi

    Penyakit

    Nyeri Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Docdoc mengenai Nyeri Sendi. Defenisi: Sendi adalah area hubungan antartulang....

  • Nyeri Haid Nyeri Haid

    Penyakit

    Nyeri Haid / Dismenore

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Nyeri Haid. Defenisi: Nyeri haid atau dismenorea adalah...

  • Neuropati Neuropati

    Penyakit

    Neuropati

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neuropati. Defenisi: Neuropati adalah istilah umum yang digunakan...

  • Neurodermatitis Neurodermatitis

    Penyakit

    Neurodermatitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neurodermatitis. Defenisi: Neurodermatitis / Lichen Simpleks Kronik adalah penyakit kulit...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top