Connect with us

Croup / Laringotrakeobronkitis

Gaya Hidup Sehat

Croup / Laringotrakeobronkitis

Croup / Laringotrakeobronkitis

Croup / Laringotrakeobronkitis

Informasi ini dirangkum dari bukusakudokter.com, Alodokter, dan Hellosehat mengenai Croup / Laringotrakeobronkitis.

Defenisi:

Croup (Laringotrakeobronkitis) adalah suatu infeksi virus yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saluran pernafasan bagian atas (laringtrakea dan bronkus). Krup ditandai dengan batuk kering dan sesak nafas.

Croup adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang umumnya dialami anak-anak berusia enam bulan hingga tiga tahun namun dapat juga menyerang anak-anak yang berusia lebih tua. Croup umumnya disebabkan oleh virus yang menjangkiti laring atau kotak suara dan trakea atau batang tenggorokan, keduanya merupakan jalan masuk udara ke paru-paru. Infeksi pada saluran pernapasan atas ini mengakibatkan suara batuk yang khas seperti menggonggong.

Gejala:

Gejalanya berupa berikut:

  • Croup biasanya diawali dengan gejala yang menyerupai flu.
  • Terjadi pembengkakan pada saluran pernafasan sehingga saluran udara menyempit dan penderita mengalami gangguan pernafasan. Gangguan pernafasan, batuk kering dan suara serak biasanya pertama kali muncul pada malam hari.
  • Gangguan pernafasan menyebabkan anak terbangun dari tidurnya. Pernafasannya menjadi cepat dan dalam, dan separuh penderita mengalami demam.
  • Keadaan anak akan membaik di pagi hari, tetapi kembali memburuk pada malam hari.
  • Croup biasanya berlangsung selama 3-4 hari.
  • Croup yang sering kambuh disebut krup spasmodik, yang mungkin disebebkan oleh alergi, tetapi biasanya diawali oleh infeksi virus.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:

  • Stridor (bunyi pernafasan yang bernada tinggi)
  • Sianosis (warna kulit menjadi kebiruan karena kekurangan oksigen)
  • Retraksi interkostal (meningkatnya pemakaian otot-otot leher dan dada sebagai usaha untuk bernafas).

Segera temui dokter jika anak Anda mengalami gejala yang lebih serius, seperti sesak napas dengan jarak mengambil napas yang terlalu dekat sehingga anak susah berbicara maupun makan atau minum. Dengarkan suara dada anak untuk mengecek suara napas, irama detak jantung yang bertambah cepat atau sebaliknya. Perhatikan anak yang menjadi resah, mudah merasa terganggu, serta selalu merasa lelah dan mengantuk. Batuk yang bertambah parah, demam, kulit yang berubah warna menjadi membiru atau pucat, serta tulang dada dan rusuk yang makin terlihat  juga bisa dianggap sebagai gejala yang membutuhkan tindakan medis secepatnya.

Pemeriksaan tenggorokan anak yang dilakukan sendiri sangat tidak disarankan karena dapat berdampak buruk kepada saluran udara dan menambah pembengkakan yang membuat bernapas menjadi makin sulit. Bawalah anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan gejala yang dialaminya.

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika anak Anda:

  • Membuat suara napas yang berisik, bernada tinggi baik ketika menghirup dan menghembuskan napas
  • Meneteskan air liur atau memiliki kesulitan menelan
  • Kelihatan cemas, gelisah, atau lelah
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Kesulitan untuk untuk bernapas
  • Memiliki kulit yang biru keabu-abuan di sekitar hidung, mulut, atau kuku (sianosis)

Penyebab:

Penyebab umum croup adalah virus parainfluenza. Dibandingkan virus-virus parainfluenza lain yang berada di dalam keluarganya, virus parainfluenza I merupakan tipe virus yang paling banyak menyebabkan croup. Virus ini menyebar melalui sentuhan dengan orang, benda, atau permukaan apa pun yang telah terkontaminasi. Virus ini juga dapat menyebar melalui udara, melalui bersin, dan batuk. Beberapa virus lain yang dapat memicu croup adalah virus flu (influenza  A dan B), campak, pilek (rhinovirus), enterovirus (penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut), dan RSV (penyebab pneumonia pada bayi).

Croup dapat dialami lebih dari satu kali selama masa anak-anak dan umumnya terjadi di saat yang sama dengan merebaknya flu dan pilek. Anak laki-laki lebih banyak terkena penyakit ini dibandingkan anak perempuan. Infeksi virus menyebabkan pembengkakan pada laring dan penyumbatan pada trakea yang dapat berpengaruh juga kepada paru-paru.

Selain infeksi virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab. Beberapa kondisi lain juga bisa memicu croup, seperti tanpa sengaja menghirup benda atau zat yang kecil (misalnya kacang), peradangan pada area epiglotis (epiglotitis), dan alergi. Menghirup zat kimia turut dapat menyebabkan peradangan dan memicu kondisi croup, begitu juga dengan keadaan keluarnya asam dari perut menuju tenggorokan atau acid reflux.

Berikut penjelasan lebih singkatnya:

  • Croup biasanya disebabkan virus para-influenzarespiratory syncytial virus (RSV) and virus influenza A dan B.
  • Virus tersebut banyak ditemukan di dalam udara dan ditularkan melalui percikan air ludah atau melaui benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita.
  • Croup paling sering ditemukan pada anak-anak yang berumur 6 bulan – 3 tahun.
  • Pada kasus yang berat, bisa terjadi superinfeksi oleh bakteri. Keadaan ini disebut trakeitis bakterial dan harus diatasi dengan antibiotik.
  • Jika terjadi infeksi pada epiglotis, seluruh pipa udara bisa membengkak dan bisa berakibat fatal.

Walau jarang, croup dapat menyebabkan gangguan saluran napas yang berujung pada gangguan napas berat, bahkan gagal napas. Kondisi gagal napas ditandai dengan terhentinya pernapasan, namun jantung tetap berdetak.

Komplikasi lainnya adalah peradangan pada salah satu atau kedua jaringan paru-paru yang dikenal dengan penyakit pneumonia. Infeksi lainnya adalah bakteri trakeitis (peradangan pada trakea), infeksi telinga tengah, dan lymphadenitis (peradangan pada kelenjar getah bening).

Diagnosa:

  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang menunjukkan adanya retraksi interkostal pada saat anak menghirup nafas.
  • Pemeriksaan dengan stetoskop menunjukkan adanya wheezing (bunyi nafas mengi), fase inspirasi (penghirupan udara) dan ekspirasi (penghembusan udara) yang memanjang dan berkurangnya suara pernafasan.
  • Rontgen leher bisa menunjukkan adanya penyempitan trakea.

Mempelajari gejala dan mengecek kondisi fisik pasien, seperti suara batuk dan suhu badan, dapat dilakukan untuk mempersempit dugaan penyebab croup. Dokter mungkin akan melakukan sebuah tes untuk mengetahui kadar oksigen di dalam darah (pulse oxymetry) serta memastikan keperluan perawatan di rumah sakit atau di rumah.

Beberapa gangguan lain, seperti gangguan pada saluran udara, abses pada jaringan tenggorokan, dan reaksi alergi memiliki gejala yang serupa dengan croup. Untuk itu beberapa tes tambahan, seperti pemindaian dada atau trakea bagian atas, mungkin dilakukan untuk mengesampingkan faktor yang bukan penyebab kondisi ini.

Pengobatan:

Pengobatannya sebagai berikut:

  • Jika penyakitnya ringan, anak tidak perlu dirawat di rumah sakit.
  • Di rumah bisa digunakan humidifier untuk melembabkan udara dan sebaiknya anak minum banyak cairan serta istirahat yang cukup.
  • Jika penyakitnya berat, biasanya anak dirawat di rumah sakit dan mendapatkan oksigen tambahan. Untuk membantu pernafasannya bisa dipasang ventilator.
  • Nebulizer ultrasonik bisa mengurangi jumlah lendir yang sampai ke saluran pernafasan bagian bawah dan mengurangi kekentalan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.
  • Bronkodilator (obat untuk melebarkan saluran pernafasan) bisa dihirup melalui nebulizer sehingga anak bernafas dengan lebih mudah.
  • Sebagai pengobatan awal pada krup yang berat, diberikan kortikosteroid (tetapi hal ini masih bersifat kontroversial).
  • Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

Pencegahan:

Untuk mencegah penyakit ini lakukanlah hal berikut:

  • Untuk mencegah sesak napas, mengambil langkah yang sama yang Anda gunakan untuk mencegah pilek dan flu. Sering cuci tangan adalah paling penting. Juga menjaga anak Anda menjauh dari orang yang sedang sakit, dan mendorong anak Anda untuk batuk atau bersin ke siku nya.
  • Untuk mencegah infeksi lebih-serius, tetap imunisasi anak Anda saat ini. The difteri, Haemophilus influenzae tipe b (Hib) dan vaksin campak memberikan perlindungan dari beberapa infeksi yang paling langka – tetapi paling berbahaya – bentuk infeksi saluran napas atas.

 

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts #MakananPedas

Facebook Comments
Share & Follow

More in Gaya Hidup Sehat

  • Divertikulitis Divertikulitis

    Gaya Hidup Sehat

    Divertikulitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Divertikulitis. Defenisi: Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi...

  • Disentri Disentri

    Gaya Hidup Sehat

    Disentri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Hellosehat, dan Alodokter mengenai Disentri Defenisi: Disentri adalah penyakit pada...

  • Disleksia Disleksia

    Gaya Hidup Sehat

    Disleksia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Google Medical Information, Alodokter, dan docdoc mengenai Disleksia. Defenisi: Disleksia adalah suatu gangguan...

  • Difteri Difteri

    Gaya Hidup Sehat

    Difteri

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, Hellosehat dan Google Medical Information mengenai Difteri. Defenisi: Difteri adalah infeksi menular...

  • Diare Diare

    Gaya Hidup Sehat

    Diare

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Diare. Defenisi: Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan...

  • Dystonia Dystonia

    Gaya Hidup Sehat

    Dystonia

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter, dan docdoc mengenai Dystonia. Defenisi : Dystonia adalah kondisi medis yang...

  • Dry Socket Dry Socket

    Gaya Hidup Sehat

    Dry Socket

    By

    Informasi ini dirangkum dari Hellosehat, dan Alodokter mengenai Dry Socket. Defenisi : Dry socket / alveolar osteitis...

  • Disaselerasi Disaselerasi

    Gaya Hidup Sehat

    Dilaserasi

    By

    Informasi ini dirangkum dari klik dokter, halosehat, dan halogigi mengenai Dilaserasi. Pengertian : Gigi bengkok (dilaserasi)...

  • Dermatitis Kontak Dermatitis Kontak

    Gaya Hidup Sehat

    Dermatitis Kontak

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Dermatitis Kontak. Defenisi: Dermatitis kontak adalah peradangan pada...

  • Gejala Demam Kuning Gejala Demam Kuning

    Gaya Hidup Sehat

    Demam Kuning

    By

    Informasi ini dirangkum dari Alodokter dan Hellosehat mengenai Demam Kuning . Defenisi: Demam kuning atau yellow fever adalah jenis...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top