Connect with us

Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis)

Penyakit

Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis)

Alergi Mata Merah

Alergi Mata Merah

Informasi ini dirangkum dari alodokter, medkes , bausch, dan spesialis.info mengenai alergi mata merah.

Defenisi :

Alergi Mata Merah (Allergic Conjuctivitas) adalah radang konjungtiva yang dosebablam oleh reaksi alergi.

Sebenarnya benda-benda kecil penyebab alergi tersebut tidak berbahaya. Namun, ketika benda kecil itu menyentuh selaput lendir pelapis bagian putih mata (konjungtiva), sistem kekebalan tubuh akan keliru mengenalinya. Sistem imun kemudian bereaksi dengan membuat antibodi yang menyebabkan mata melepaskan zat histamin dan senyawa kimia lain. Hal inilah yang membuat mata menjadi gatal, merah, dan berair.

Konjungtiva banyak sekali mengandung sel dari sistem kekebalan  (mast sel) yang melepaskan senyawa kimia (mediator) dalam merespon terhadap berbagai rangsangan (seperti serbuk sari atau debu tungau). Mediator ini menyebabkan radang pada mata, yang mungkin sebentar atau bertahan lama. Sekitar 20% dari orang memiliki tingkat mata merah alergi.

Mata merah Vernal adalah bentuk alergi mata merah yang lebih serius dimana penyebabnya tidak diketahui. Kondisi paling sering terjadi pada anak laki-laki, khususnya yang berumur kurang dari 10 tahun yang memiliki eksema, asma, atau alergi musiman. Mata merah Vernal biasanya kambuh setiap musim semi dan hilang pada musim gugur dan musim dingin. Banyak anak tidak mengalaminya lagi pada umur dewasa muda.

Jenis Alergi Mata :

Alergi mata atau alergi konjungtivitis dibagi berdasarkan penyebabnya menjadi beberapa jenis berikut:

  • Konjungtivitis papilari raksasa, merupakan komplikasi dari penggunaan lensa kontak yang kurang bersih. Jika Anda penyuka lensa kontak, sebaiknya gunakan lensa kontak disposable untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini. Namun, jika Anda tidak cocok menggunakan lensa kontak, jangan memaksakan diri.
  • Kontak dermatokonjungtivitis, merupakan alergi mata yang timbul akibat paparan dengan tetes mata atau kosmetik.
  • Alergi mata musiman, biasanya berhubungan dengan musim. Disebut musiman karena terjadi di awal musim kemarau, saat banyak jamur dan serbuk sari dari tumbuhan yang beterbangan di udara.
  • Alergi mata berkelanjutan, artinya tidak terpengaruh musim dan bisa terjadi kapan pun sepanjang tahun. Penyebabnya selain debu dan tungau adalah parfum, rokok, polusi udara, air klorin, dan obat-obatan tertentu.

 

Penyebab :

Ada 5 jenis konjungtivitis, masing-masing disebabkan penyebab yang berbeda:

Bacterial conjunctivitis (konjungtivitis bakteri)
Konjungtivitis bakteri adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri, seperti Staphylococcus, Streptococcus atau Haemophilus. Organisme ini dapat berasal dari kulit pasien itu sendiri atau dari saluran pernapasan bagian atas atau diperoleh dari orang lain yang menderita konjungtivitis.
Viral conjunctivitis (konjungtivitis virus)
Konjungtivitis virus sering dikaitkan dengan flu biasa. Kemungkinan disebabkan oleh virus yang disebut dengan “adenovirus”. Jenis konjungtivitis yang satu ini dapat menular dengan cepat dari orang ke orang dan menyebabkan epidemi konjungtivitis.
Chlamydial conjunctivitis (konjungtivitis klamidia)
Jenis lain konjungtivitis yang disebabkan oleh mikroorganisme yang disebut Chlamydia trachomatis. Organisme ini juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lain dan dapat menyebabkan infeksi menular seksual klamidia.
Allergic conjunctivitis (konjungtivitis alergi)
Konjungtivitis alergi umum terjadi pada orang yang memiliki gejala-gejala lain dari penyakit alergi, seperti demam, asma dan eksim. Konjungtivitis ini sering disebabkan oleh antigen seperti serbuk sari, tungau, debu atau kosmetik.
Reactive conjunctivitis (konjungtivitis reaktif) – konjungtivitis kimia atau iritan
Sebagian orang rentan terhadap bahan kimia atau asap rokok, ini dapat menyebabkan iritasi pada konjungtiva yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan, kemerahan dan berair. Untuk mencegahnya, sedapat mungkin menghindari penyebabnya.

Gejala :

 Gejala umum yang terjadi karena penyakit ini adalah :
  • Mata merah
  • Mata terus-menerus berair
  • Mata gatal
  • Bersin-bersin
  • Sinusitis
  • Terkadang mata membengkak dan menjadi tembam
  • Kotoran banyak seperti lendir (Mata Merah Vernal)
Gejala khusus yang terjadi berdasarakan penyebabnya adalah :
Konjungtivitis bakteri
Mempengaruhi kedua belah mata. Mata biasanya akan terasa berpasir dan rasa tidak nyaman karena debit yang lengket. Kelopak mata atas dan bawah mungkin akan merekat di pagi hari atau saat bangun tidur, dan mungkin terdapat krusta atau debit pada bulu mata.
Konjungtivitis virus
Mata memerah dan mungkin terdapat cairan yang encer. Seringkali kelopak mata membengkak dan bahkan konjungtiva pada putih mata juga membengkak. Mata menjadi tidak nyaman, dan mungkin juga terjadi gejala seperti pilek. Kadang-kadang terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga atau leher. Konjungtivitis jenis ini juga dapat menyebar dan mempengaruhi kornea (keratitis), dan dapat bertahan selama beberapa minggu dan menyebabkan penglihatan kabur.
Konjungtivitis klamidia
Satu atau kedua belah mata akan merah dengan debit yang lengket dan terkadang kelopak mata ikut bengkak. Kornea mungkin juga akan terpengaruh dalam kondisi ini.
Konjungtivitis alergi
Konjungtivitis alergi biasanya berhubungan erat dengan munculnya rasa gatal pada mata. Mata biasanya sebentar-sebentar merah. Kondisi ini dapat terjadi dalam waktu-waktu tertentu dalam satu tahun, misalnya selama musim tertentu ketika banyak serbuk sari di udara.
Diagnosis :
Dokter biasanya akan mendiagnosa konjungtivitis dari pemeriksaan mata langsung dan dari riwayat kesehatan Anda. Terkadang swab diambil dari mata terutama jika pengobatan standar tidak menunjukkan hasil yang positif. Dalam beberapa kasus konjungtivitis yang parah atau tidak menanggapi pengobatan, mungkin penderita perlu dirujuk ke spesialis mata.

 

Pengobatan : 

Pengobatan umum :

Alergi konjungtivitis pada dasarnya bukan merupakan kondisi serius. Namun, jika tidak ditangani, dapat mengurangi kualitas hidup serta menyebabkan stres dan perasaan marah, ditambah apabila terjadi komplikasi. Berikut beberapa cara menangani mata gatal :

  • Gunakan tetes mata 4-6 kali dalam sehari untuk meredakan mata gatal. Tetes mata yang mengandung antihistamin dapat membantu meredakan gejala mata gatal dan berair. Pemakaian tetes mata antihistamin sering dikombinasikan dengan jenis tetes mata lain, seperti dekongestan untuk mengecilkan pembuluh darah pada mata yang mengalami peradangan. Sementara itu, tetes mata steroid digunakan pada kasus alergi mata yang berkepanjangan.

Jika tetes mata mengandung antihistamin, jangan melebihi 3 hari dalam memakainya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan menggunakan tetes mata sesuai anjuran dokter. Selain itu jika Anda memiliki glaukoma, jangan menggunakan tetes mata yang mengandung dekongestan. Jika terjadi keluhan akibat penggunaan tetes mata, segera periksakan ke dokter.

  • Konsumsi obat untuk mengurangi gejala alergi mata. Obat-obatan tersebut mencakup pil antihistamin seperti loratadin dan cetirizine.
  • Hindari pemicu alergi dengan membatasi paparan debu. Gunakan kaca mata ketika bepergian untuk mencegah benda-benda kecil masuk ke mata.
  • Jangan mengucek mata walaupun sangat gatal.
  • Kompres dengan air dingin untuk mengurangi rasa gatal pada mata.
  • Jika terbentuk kerak pada mata, kompres dengan air hangat atau cuci dengan menggunakan shampo bayi.
  • Jagalah kebersihan. Gunakan sarung bantal yang bersih. Cucilah perlengkapan tidur seperti seprai, selimut, sarung bantal, secara teratur. Selain itu, jika kasur yang Anda pakai sudah lebih dari beberapa tahun, gantilah dengan yang baru. Bersihkan lantai, kamar mandi, dan dapur secara teratur menggunakan cairan pembersih.
  • Jika Anda memelihara hewan di rumah, bersihkan hewan peliharaaan dan kandangnya secara rutin. Selain itu, jangan menggunakan karpet di ruangan yang sering dimasuki hewan peliharaan karena bakteri, bulu, tungau, kotoran, mudah terperangkap dalam karpet.

Bila Anda mengalami mata gatal akibat alergi, periksakanlah ke dokter untuk mendapat pengobatan yang sesuai serta mencegah kondisi yang lebih parah.

Pengobatan khusus berdasarkan jenis penyebabnya :
Konjungtivitis bakteri
Biasanya diobati dengan tetes atau salep mata antibiotik spektrum luas, misalnya kloramfenikol atau asam fusidic. Mata juga harus dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air masak yang didinginkan untuk menghilangkan kerak yang lengket. Penelitian membuktikan bahwa 64 persen kasus konjungtivitis bakteri akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu lima hari, obat mata antiobiotik diduga tidak berkontribusi besar dalam meningkatkan angka kesembuhan.
Konjungtivitis virus
Tidak ada pengobatan efektif untuk konjungtivitis virus. Tapi mata dapat dibuat lebih nyaman dengan penggunaan salep pelumas seperti Lacri-Lube. Kompres dingin pada mata dan tablet seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi gejala. Karena konjungtivitis virus mudah sekali menular, pastikan agar selalu menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dan wajah dan tidak menggunakan handuk secara bersama-sama. Juga sedapat mungkin hindari kontak dengan orang lain. Kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama, dan dalam beberapa kasus tetes kortikosteroid dapat membantu, namun harus diberikan dalam pengawasan ketat seorang dokter spesialis mata.
Konjungtivitis klamidia
Terapinya adalah dengan salep chlorotetracycline pada kedua belah mata dan tablet tetrasiklin untuk mengendalikan infeksi di lokasi tubuh lain. Anak-anak tidak boleh diobati dengan tetrasiklin, namun eritromisin dapat digunakan untuk mereka.

Konjungtivitis alergi
Dapat diobati dengan menggunakan obat tetes antihistamin topikal. Obat tetes, seperti natrium kromoglikat (misalnya tetes mata Opticrom), dapat digunakan untuk mencegah reaksi alergi. Tetes kortikosteroid terkadang juga diperlukan, namun hanya boleh diberikan dibawah pengawasan dokter spesialis mata.

Konjungtivitis pada bayi
Harus diperlakukan dengan sangat hati-hati dan serius. Spesimen diambil dari debit mata yang lengket dan harus diperiksa oleh dokter spesialis mata. Pengobatannya akan tergantung dari penyebab yang mendasarinya, yaitu berdasarkan hasil tes dari laboratorium.

 

 

Mencegah Mata Merah :

Kebersihan tangan dan wajah sangatlah penting. Jangan pernah menggunakan handuk secara bersama-sama, apalagi ada anggota keluarga lain yang terkena konjungtivitis. Orang yang terkena konjungtivitis harus menggunakan handuk khusus untuk mereka sendiri. Jangan pernah menggunakan tetes mata secara bersama-sama. Buang bekas tisu untuk membersihkan mata di tempat yang aman dan obat tetes mata harus dibuang ketika pengobatan telah selesai.

a444d37a06d1040d95dd1d1abdb45143_medicaboo-card

Medicaboo : Aplikasi kesehatan di Google Play untuk Android

Yuk, Download Aplikasi Medicaboo!

Untuk mengetahui informasi rumah sakit, layanan kesehatan, dan dokter di Pekanbaru dengan mudah dan cepat! Akses website direktori rumah sakit di http://www.medicaboo.com atau tinggal klik di sini. Download aplikasi kesehatan Medicaboo android di Google Playstore.

Tags : #Faktaunikmedicaboo #Faktakesehatan #Medicaboo #Kesehatan #Healthfacts #MakananPedas

Facebook Comments
Share & Follow

More in Penyakit

  • Otitis Eksterna Otitis Eksterna

    Penyakit

    Otitis Eksterna

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter , Klikdokter dan Hellosehat mengenai Otitis Eksterna. Defenisi: Otitis eksterna adalah peradangan...

  • Osteoarthritis / Pengapuran Sendi Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    Penyakit

    Osteoarthritis / Pengapuran Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteoarthritis. Defenisi: Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi...

  • OCD (Obsessive Compulsive Disorder) OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    Penyakit

    OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Defenisi: Gangguan obsesif kompulsif atau...

  • Osteosarcoma Osteosarcoma

    Penyakit

    Osteosarcoma

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Osteosarcoma. Defenisi: Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang...

  • Orchitis Orchitis

    Penyakit

    Orchitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Hellosehat mengenai Orchitis. Defenisi: Orchitis adalah peradangan atau inflamasi akut pada...

  • Obesitas Obesitas

    Penyakit

    Obesitas

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Defenisi: Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat...

  • Nyeri Sendi Nyeri Sendi

    Penyakit

    Nyeri Sendi

    By

    Informasi ini dirangkum dari Aldokter dan Docdoc mengenai Nyeri Sendi. Defenisi: Sendi adalah area hubungan antartulang....

  • Nyeri Haid Nyeri Haid

    Penyakit

    Nyeri Haid / Dismenore

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Nyeri Haid. Defenisi: Nyeri haid atau dismenorea adalah...

  • Neuropati Neuropati

    Penyakit

    Neuropati

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neuropati. Defenisi: Neuropati adalah istilah umum yang digunakan...

  • Neurodermatitis Neurodermatitis

    Penyakit

    Neurodermatitis

    By

    Informasi ini dirangkum dari Klikdokter ,Aldokter dan Hellosehat mengenai Neurodermatitis. Defenisi: Neurodermatitis / Lichen Simpleks Kronik adalah penyakit kulit...

Populars

Cantengan

Gaya Hidup Sehat

Cantengan / Paronychia

By Maret 7, 2018
angioedema

Diet

Angioedema Herediter

By Desember 22, 2017
aneurisma-aorta-ilustrasi-2-foto-shutterstock

Gaya Hidup Sehat

Aneurisma Aorta Dada

By Desember 14, 2017

Tags

Categories

To Top